JAKARTA, NOVOX.ID - Posisi tidur bukan sekadar kebiasaan atau soal mencari kenyamanan. Cara seseorang menghabiskan waktu tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Para pakar tidur menyebutkan bahwa setiap posisi tidur memiliki manfaat dan risiko yang berbeda, tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing individu.
Tidur telentang dikenal sebagai posisi yang membantu menjaga kesejajaran tulang belakang, leher, dan bahu. Pendiri Sleep Science Academy, Devin Burke, mengatakan posisi ini dapat membantu mengurangi keluhan nyeri punggung dan leher yang sering dialami banyak orang.
“Posisi telentang membantu menjaga punggung dan leher tetap sejajar,” ujar Burke, Rabu 7 Januari 2026. Untuk meningkatkan manfaatnya, ia menyarankan penggunaan bantal di bawah lutut guna mengurangi tekanan pada punggung bawah.
Selain mendukung postur tubuh, tidur telentang juga dikaitkan dengan kesehatan mata. Sebuah studi kecil yang diterbitkan dalam jurnal Cornea pada 2018 menunjukkan bahwa orang dengan keluhan mata kering cenderung tidur miring atau tengkurap dibandingkan telentang.
Posisi telentang dinilai dapat mengurangi tekanan langsung pada mata selama tidur. Dari sisi estetika, posisi ini juga dipercaya dapat meminimalkan lipatan wajah yang berpotensi memicu keriput.
Sementara itu, tidur miring, khususnya ke arah kiri, disebut memiliki manfaat besar bagi sistem pernapasan dan pencernaan. Pakar tidur Abhinav Singh menjelaskan bahwa posisi ini membantu saluran napas tetap terbuka.
“Tidur miring membantu saluran napas lebih terbuka dan memudahkan pernapasan,” katanya. Oleh karena itu, posisi tidur miring kerap dianjurkan bagi penderita sleep apnea atau orang yang sering mendengkur.
Tidur miring ke kiri juga dikaitkan dengan berkurangnya keluhan asam lambung, karena posisi tersebut membantu proses pembersihan asam di lambung. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa tidur miring berpotensi mendukung proses pembuangan limbah di otak yang berkaitan dengan kesehatan saraf.
Adapun tidur tengkurap memiliki manfaat terbatas, seperti membantu mengurangi dengkuran pada sebagian orang. Namun, posisi ini juga memiliki risiko karena dapat memberikan tekanan berlebih pada leher dan tulang belakang jika dilakukan dalam jangka panjang.
Bagi mereka yang ingin mengubah posisi tidur, Singh menyarankan penyesuaian perlengkapan tidur. “Mengganti jenis bantal atau kasur dapat membantu tubuh beradaptasi dengan posisi tidur baru,” ujarnya. Ia juga menyarankan penggunaan bantal tubuh untuk membantu menjaga posisi tidur tetap stabil.
Pada akhirnya, tidak ada satu posisi tidur yang sempurna untuk semua orang. Menyesuaikan posisi tidur dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan menjadi kunci untuk mendapatkan kualitas tidur yang optimal dan menjaga kesehatan jangka panjang.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!