JAKARTA, NOVOX.ID - Tidur cukup memang menjadi kunci kesehatan tubuh, termasuk menjaga kondisi kulit tetap segar dan bercahaya. Namun, banyak orang lupa bahwa bukan hanya durasi tidur yang penting, melainkan juga posisi tidur. Tanpa disadari, posisi tidur yang salah bisa mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, wajah bengkak, hingga mata terlihat lelah.
Sebagian orang mungkin merasa sudah tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam, tetapi tetap mendapati wajah terlihat lebih tua saat bangun pagi. Kondisi ini bisa jadi bukan semata karena kurang istirahat, melainkan akibat tekanan dan gesekan kulit wajah dengan bantal selama berjam-jam.
Secara umum, posisi tidur bermuara pada tiga jenis, yaitu miring, tengkurap, dan terlentang. Dari ketiga posisi tersebut, dua di antaranya dinilai kurang baik untuk kesehatan kulit wajah, terutama jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.
Tidur miring kerap dianggap sebagai posisi yang nyaman, bahkan dianjurkan bagi penderita gangguan sinus. Namun, bagi kesehatan kulit, posisi ini justru berpotensi memicu kerutan di sisi wajah yang menempel pada bantal. Gesekan yang terjadi setiap malam bisa menciptakan lipatan halus yang lama-kelamaan menjadi permanen.
“Faktor besar dalam penuaan selama tidur adalah gaya geser yang diciptakan oleh gerakan kulit terhadap bantal,” ujar Konstantin Vasyukevich seperti dikutip dari Real Simple.
Gesekan berulang antara kulit dan permukaan bantal dapat mempercepat pembentukan garis-garis halus, terutama di area pipi dan sekitar mata. Jika tetap nyaman tidur miring, disarankan menggunakan sarung bantal berbahan satin atau sutera untuk mengurangi gesekan dan meminimalkan risiko kerutan.
Selain miring, posisi tidur tengkurap juga dinilai lebih berisiko bagi kulit wajah. Dalam posisi ini, wajah tertekan langsung ke bantal selama berjam-jam. Tekanan tersebut dapat memicu pembengkakan siklik dan memperjelas garis kerutan di sekitar mata serta bibir.
Seiring waktu, garis-garis tersebut bisa menjadi permanen, terutama di area dahi dan lipatan wajah. Tak hanya itu, tidur tengkurap juga berpotensi memicu jerawat karena sarung bantal dapat menjadi tempat menumpuknya kuman dan bakteri.
Lalu, posisi seperti apa yang dianjurkan agar wajah tetap awet muda? Para ahli menyarankan tidur dalam posisi terlentang. Posisi ini membantu meminimalkan tekanan langsung pada wajah sekaligus mencegah kulit terlipat akibat tertindih bantal.
“Saya merekomendasikan tidur telentang dengan kepala sedikit terangkat, sekitar 20 hingga 30 derajat,” kata Vasyukevich.
Menggunakan bantal tambahan untuk menopang kepala juga dapat membantu mencegah penumpukan cairan yang menyebabkan mata bengkak saat bangun pagi. Dengan memperhatikan posisi tidur yang tepat, bukan hanya kualitas istirahat yang meningkat, tetapi juga kesehatan dan kekencangan kulit wajah dapat terjaga lebih lama.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!