Dokter di China Tempelkan Telinga di Kaki Demi Selamatkan Pasie

Dokter di China Tempelkan Telinga di Kaki Demi Selamatkan Pasie

Ilustrasi. Seorang ahli bedah di China melakukan cangkok kuping di bagian kaki untuk selamatkan jaringan kuping milik pasien. (Shandong Provincial Hospital)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Sebuah tindakan medis yang luar biasa terjadi di China ketika seorang dokter nekat menempelkan telinga pasien ke kaki demi menyelamatkan organ tersebut sebelum disambungkan kembali di tempat asalnya. Langkah ini menunjukkan betapa inovatifnya dunia medis dalam menghadapi kasus trauma berat yang nyaris membuat pasien kehilangan bagian tubuhnya.

Melansir NDTV, kejadian ini bermula ketika seorang pasien mengalami cedera parah yang menyebabkan telinganya terputus. Alih-alih membuang bagian tubuh yang terlepas itu, tim medis di rumah sakit setempat memutuskan untuk mengamankan telinga terlebih dahulu di area lain tubuh yang memiliki aliran darah mirip yaitu kaki. Keputusan itu diambil agar organ telinga tetap mendapatkan suplai darah dan tetap hidup hingga saatnya dilakukan operasi penyambungan.

Metode ini, meskipun terdengar aneh, sebenarnya dikenal dalam dunia medis sebagai implantasi ektopik sementara. Teknik tersebut digunakan untuk “meminjam” suplai darah dari bagian tubuh lain ketika pembuluh darah di organ yang cedera belum bisa disambungkan langsung ke lokasi asalnya. Dengan menempatkan telinga di kaki, dokter memastikan organ tersebut tetap sehat dengan menerima oksigen dan nutrisi yang diperlukan dari darah.

Dokter yang menangani kasus ini bekerja dengan perhatian tinggi karena pembuluh darah di telinga sangat kecil dan rapuh. Menyatukan kembali organ seukuran dan serumit telinga memerlukan keterampilan bedah mikroskopis yang sangat teliti dan pengalaman yang mendalam. Mereka menjahit setiap pembuluh darah serta serat saraf dengan jarum dan benang yang lebih tipis dari rambut manusia untuk memaksimalkan peluang keberhasilan.

Selama beberapa minggu hingga beberapa bulan berikutnya, telinga berada di bawah pemantauan ketat. Dokter memeriksa sirkulasi darah dan reaksi jaringan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi infeksi maupun penolakan tubuh terhadap organ tersebut. Pemantauan ini penting agar ketika saatnya tiba untuk menyambungkan kembali telinga ke lokasi aslinya biasanya kepala organ tersebut dalam kondisi terbaik.

Kasus langka ini menunjukkan seberapa jauh teknologi medis modern mampu menyelamatkan organ yang terputus akibat kecelakaan atau cedera traumatis. Sebelumnya, teknik serupa juga pernah digunakan dalam kasus penyambungan tangan yang terputus, di mana bagian tubuh itu “ditanam” sementara di kaki agar tetap hidup sebelum akhirnya direkonstruksi ke lokasi semula.

Dokter dan tim bedah berharap bahwa operasi penyambungan final dapat dilakukan ketika kondisi telinga dan pasien benar-benar siap secara medis. Jika berhasil, pasien berpeluang mendapatkan kembali fungsi dan bentuk telinga seperti semula, serta menghindari kecacatan permanen. Kasus ini pun menjadi inspirasi dalam dunia


 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!