JAKARTA, NOVOX.ID - Roti termasuk salah satu makanan
favorit banyak orang, tetapi apakah pangan pokok ini dapat dikategorikan
sebagai ultra-processed food atau makanan ultra-terproses? Menurut pakar
kesehatan dan pakar gizi, jawabannya tergantung pada jenis roti dan cara
pembuatannya.
Istilah ultra-processed food merujuk pada makanan
yang telah melalui banyak tahap pengolahan industri dan biasanya mengandung
bahan-bahan yang tidak umum dipakai di dapur rumah tangga, seperti emulsifier,
pewarna, perasa buatan, pemanis tambahan, serta berbagai aditif lain. Makanan
ini sering didesain agar tahan lama, mudah disantap, dan sangat menggugah
selera.
Berdasarkan sistem klasifikasi NOVA yang membagi makanan
menjadi empat kategori berdasarkan tingkat pengolahan banyak roti yang dijual
di pasaran termasuk dalam kelompok ultra-processed foods. Ini karena roti
komersial atau roti kemasan umumnya dibuat dalam skala industri dan mengandung
berbagai bahan tambahan untuk meningkatkan tekstur, rasa, dan umur simpannya.
Beberapa roti tawar kemasan, misalnya, sering kali mengandung emulsifier, pengawet, dan zat aditif lainnya yang membuat produk lebih stabil di rak toko dan lebih lembut ketika dimakan, tetapi juga membuatnya termasuk dalam kelas ultra-processed menurut definisi tersebut.
Namun, bukan semua roti otomatis tergolong ultra-processed.
Roti yang dibuat di pabrik kecil, roti artisan, atau roti buatan sendiri di
rumah yang hanya menggunakan bahan dasar sederhana seperti tepung, air, garam,
dan ragi biasanya tidak masuk dalam kategori ultra-processed karena tidak
mengandung aditif industri tambahan.
Meski demikian, sebagian ahli menekankan bahwa klasifikasi
ini bukan sama dengan penilaian gizi. Artinya, meskipun roti kemasan termasuk
kelompok UPF, nilai gizinya bisa bervariasi tergantung pada bahan yang
digunakan misalnya roti gandum utuh yang tinggi serat dan nutrisi dibandingkan
roti putih halus yang sebagian besar dibuat dari tepung yang telah digiling
halus.
Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa konsumsi makanan
ultra-processed secara berlebihan, termasuk beberapa jenis roti komersial,
telah dikaitkan dengan risiko kesehatan tertentu seperti obesitas, lonjakan
gula darah, hingga penyakit kronis apabila menjadi komponen dominan dalam pola
makan sehari-hari.
Akhirnya, pilihan terbaik bagi konsumen adalah membaca label bahan secara teliti dan memilih roti yang memiliki daftar bahan lebih pendek dan sedikit bahan industri tambahan. Ini bisa membantu menyeimbangkan antara kenyamanan konsumsi roti dan menjaga kualitas pola makan yang lebih sehat.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!