Favorit Banyak Orang, Apakah Roti Termasuk Ultra-Processed Food?

Favorit Banyak Orang, Apakah Roti Termasuk Ultra-Processed Food?

Ilustrasi Roti Tawar (Foto : Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Roti termasuk salah satu makanan favorit banyak orang, tetapi apakah pangan pokok ini dapat dikategorikan sebagai ultra-processed food atau makanan ultra-terproses? Menurut pakar kesehatan dan pakar gizi, jawabannya tergantung pada jenis roti dan cara pembuatannya.

Istilah ultra-processed food merujuk pada makanan yang telah melalui banyak tahap pengolahan industri dan biasanya mengandung bahan-bahan yang tidak umum dipakai di dapur rumah tangga, seperti emulsifier, pewarna, perasa buatan, pemanis tambahan, serta berbagai aditif lain. Makanan ini sering didesain agar tahan lama, mudah disantap, dan sangat menggugah selera.

Berdasarkan sistem klasifikasi NOVA yang membagi makanan menjadi empat kategori berdasarkan tingkat pengolahan banyak roti yang dijual di pasaran termasuk dalam kelompok ultra-processed foods. Ini karena roti komersial atau roti kemasan umumnya dibuat dalam skala industri dan mengandung berbagai bahan tambahan untuk meningkatkan tekstur, rasa, dan umur simpannya.

Beberapa roti tawar kemasan, misalnya, sering kali mengandung emulsifier, pengawet, dan zat aditif lainnya yang membuat produk lebih stabil di rak toko dan lebih lembut ketika dimakan, tetapi juga membuatnya termasuk dalam kelas ultra-processed menurut definisi tersebut.

Namun, bukan semua roti otomatis tergolong ultra-processed. Roti yang dibuat di pabrik kecil, roti artisan, atau roti buatan sendiri di rumah yang hanya menggunakan bahan dasar sederhana seperti tepung, air, garam, dan ragi biasanya tidak masuk dalam kategori ultra-processed karena tidak mengandung aditif industri tambahan.

Meski demikian, sebagian ahli menekankan bahwa klasifikasi ini bukan sama dengan penilaian gizi. Artinya, meskipun roti kemasan termasuk kelompok UPF, nilai gizinya bisa bervariasi tergantung pada bahan yang digunakan misalnya roti gandum utuh yang tinggi serat dan nutrisi dibandingkan roti putih halus yang sebagian besar dibuat dari tepung yang telah digiling halus.

Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa konsumsi makanan ultra-processed secara berlebihan, termasuk beberapa jenis roti komersial, telah dikaitkan dengan risiko kesehatan tertentu seperti obesitas, lonjakan gula darah, hingga penyakit kronis apabila menjadi komponen dominan dalam pola makan sehari-hari.

Akhirnya, pilihan terbaik bagi konsumen adalah membaca label bahan secara teliti dan memilih roti yang memiliki daftar bahan lebih pendek dan sedikit bahan industri tambahan. Ini bisa membantu menyeimbangkan antara kenyamanan konsumsi roti dan menjaga kualitas pola makan yang lebih sehat.

 

 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!