JAKARTA, NOVOX.ID - Harga perak batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali
mencatat lonjakan tinggi pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, menandai tren
positif yang semakin kuat di awal tahun. Pada hari ini, harga perak Antam naik
sebesar Rp3.600 per gram, membawa harga menjadi Rp50.865 per gram, jauh lebih
tinggi dibandingkan level sebelumnya.
Lonjakan tersebut merupakan kelanjutan dari tren kenaikan
harga perak yang sudah terjadi sejak awal pekan. Pada Selasa (6 Januari 2026),
harga perak Antam telah naik sebesar Rp1.000 per gram ke level Rp47.265,
sementara pada Senin (5 Januari 2026) sebelumnya juga mencatat kenaikan Rp1.150
menjadi Rp46.265 per gram. Tren ini menunjukkan momentum positif bagi
pergerakan logam mulia ini, baik dalam jangka pendek maupun menengah.
Perak batangan ditawarkan dalam berbagai ukuran dengan harga yang berbeda-beda tergantung beratnya. Untuk pecahan 250 gram, harga dasar perak Antam pada hari ini dipatok Rp13.116.250, sedangkan setelah ditambahkan PPN 11% mencapai Rp14.559.038. Pecahan lebih besar seperti 500 gram tercatat memiliki harga dasar Rp25.432.500, dengan harga termasuk pajak menjadi sekitar Rp28.230.075.
Selain pecahan dasar, perak Antam model Heritage juga menunjukkan pergerakan harga yang kuat. Perak Heritage dengan berat 31,1 gram hari ini dipasarkan seharga Rp2.129.711 atau sekitar Rp2.363.979 setelah PPN 11%. Demikian pula untuk pecahan 186,6 gram, harga dasarnya mencapai Rp11.656.705 dengan harga setelah pajak sekitar Rp12.938.943.
Penguatan harga perak Antam ini juga mengikuti tren harga perak dunia yang mengalami kenaikan. Data dari pasar internasional mencatat harga perak global menguat pada Selasa malam sebelum perdagangan Asia dibuka, dengan peningkatan sekitar 1,64% ke level US$82,52 per troy ons (data dunia perak global). Hal ini turut memberi dukungan terhadap harga perak di pasar domestik termasuk produk logam mulia Antam.
Para analis menyatakan bahwa faktor pendorong kenaikan harga perak meliputi meningkatnya permintaan investor dan minat pelaku pasar terhadap logam mulia sebagai aset cadangan nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar komoditas. Lonjakan harga komoditas seperti emas turut memengaruhi sentimen terhadap perak, meskipun perak juga memiliki aplikasi industri yang bisa mendukung permintaan jangka panjang.
Harga perak yang menembus level Rp50.000 per gram dianggap sebagai tanda pasar logam mulia sedang dalam fase bullish, sehingga menarik perhatian baik investor ritel maupun institusi. Namun demikian, pelaku pasar tetap diingatkan bahwa harga logam mulia bisa sangat fluktuatif, tergantung pada kondisi pasar global dan permintaan industri yang terus berubah.
Dengan demikian, tren kenaikan harga perak Antam pada awal tahun ini memberikan sinyal positif bagi investasi logam mulia, terutama di segmen perak batangan, seiring tingginya minat pembelian di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!