JAKARTA, NOVOX.ID - Kulit bukan hanya penutup tubuh
semata, tetapi juga bisa menjadi “alarm” atau indikator kesehatan internal,
khususnya kondisi stres. Menurut dokter spesialis kulit dan kecantikan,
perubahan pada kulit sering kali mencerminkan respons tubuh terhadap tekanan
emosional dan fisik.
“Saat kita berada dalam kondisi stres kronis, tubuh
mengaktifkan sistem respons stres internal yang memicu pelepasan hormon seperti
kortisol dan neurotransmiter,” ujar dokter kulit dr. Hallie McDonald.
Stres baik yang disebabkan oleh pekerjaan, tekanan sosial,
atau masalah pribadi memicu produksi hormon seperti kortisol dalam
tubuh. Hormon ini dapat meningkat tajam saat seseorang mengalami stres
berkepanjangan, dan efeknya bisa terlihat melalui kondisi kulit.
Stres dapat meningkatkan produksi minyak di kulit, sehingga
menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Ini umum terjadi saat hormon kortisol
meningkat akibat tekanan psikologis. Hormon stres memengaruhi regenerasi sel
kulit, sehingga membuat wajah terlihat lesu dan kurang bercahaya. Kondisi
peradangan seperti eksim bisa memburuk saat sistem imun terganggu oleh stres. Kulit
bisa menjadi sangat sensitif, bahkan terhadap bahan yang sebelumnya aman.
Stres diketahui menjadi salah satu faktor pemicu psoriasis,
gangguan kulit inflamasi yang ditandai bercak merah bersisik. Produksi kolagen
menurun ketika stres tinggi, mempercepat penuaan kulit. Stres kronis dapat
mengaktifkan kelenjar keringat selain respons panas biasa, sehingga kulit bisa
tampak berkeringat tanpa aktivitas berat. Perubahan hormonal dan stres
berkepanjangan juga dapat memicu hiperpigmentasi.
Dokter menjelaskan bahwa kulit yang berubah secara signifikan dalam waktu singkat misalnya jerawat yang muncul tanpa alasan jelas atau munculnya eksim yang memburuk bisa menjadi peringatan bahwa tubuh tengah mengalami beban stres berlebih. Oleh karena itu, menjaga kesehatan emosional sama pentingnya dengan merawat kulit dari luar.
Cara Mengurangi Dampak Stres pada Kulit
Selain perawatan topikal, dokter menyarankan beberapa langkah pencegahan yang
bersifat holistik, seperti tidur cukup setiap malam, hidrasi yang adekuat,
olahraga teratur, serta menerapkan teknik relaksasi seperti meditasi atau
pernapasan dalam. Langkah-langkah ini bisa membantu menurunkan kadar kortisol
tubuh serta memperbaiki kondisi kulit secara bertahap.
Sebagai organ terbesar tubuh dan yang pertama kali terlihat secara visual, kulit memberikan banyak petunjuk penting tentang kesehatan internal. Mengenali tanda-tanda ini lebih dini memungkinkan seseorang mengambil langkah tepat sebelum masalah kulit berkembang lebih serius.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!