Kondisi Kulit Bisa Jadi Alarm Stres Tubuh, Ini Tandanya Menurut Dokter

Kondisi Kulit Bisa Jadi Alarm Stres Tubuh, Ini Tandanya Menurut Dokter

Ilustrasi jerawat stres.(Foto: Pexels)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Kulit bukan hanya penutup tubuh semata, tetapi juga bisa menjadi “alarm” atau indikator kesehatan internal, khususnya kondisi stres. Menurut dokter spesialis kulit dan kecantikan, perubahan pada kulit sering kali mencerminkan respons tubuh terhadap tekanan emosional dan fisik.

“Saat kita berada dalam kondisi stres kronis, tubuh mengaktifkan sistem respons stres internal yang memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan neurotransmiter,” ujar dokter kulit dr. Hallie McDonald.

Stres baik yang disebabkan oleh pekerjaan, tekanan sosial, atau masalah pribadi memicu produksi hormon seperti kortisol dalam tubuh. Hormon ini dapat meningkat tajam saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, dan efeknya bisa terlihat melalui kondisi kulit.

Stres dapat meningkatkan produksi minyak di kulit, sehingga menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Ini umum terjadi saat hormon kortisol meningkat akibat tekanan psikologis. Hormon stres memengaruhi regenerasi sel kulit, sehingga membuat wajah terlihat lesu dan kurang bercahaya. Kondisi peradangan seperti eksim bisa memburuk saat sistem imun terganggu oleh stres. Kulit bisa menjadi sangat sensitif, bahkan terhadap bahan yang sebelumnya aman.

Stres diketahui menjadi salah satu faktor pemicu psoriasis, gangguan kulit inflamasi yang ditandai bercak merah bersisik. Produksi kolagen menurun ketika stres tinggi, mempercepat penuaan kulit. Stres kronis dapat mengaktifkan kelenjar keringat selain respons panas biasa, sehingga kulit bisa tampak berkeringat tanpa aktivitas berat. Perubahan hormonal dan stres berkepanjangan juga dapat memicu hiperpigmentasi.

Dokter menjelaskan bahwa kulit yang berubah secara signifikan dalam waktu singkat misalnya jerawat yang muncul tanpa alasan jelas atau munculnya eksim yang memburuk bisa menjadi peringatan bahwa tubuh tengah mengalami beban stres berlebih. Oleh karena itu, menjaga kesehatan emosional sama pentingnya dengan merawat kulit dari luar.

Cara Mengurangi Dampak Stres pada Kulit
Selain perawatan topikal, dokter menyarankan beberapa langkah pencegahan yang bersifat holistik, seperti tidur cukup setiap malam, hidrasi yang adekuat, olahraga teratur, serta menerapkan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam. Langkah-langkah ini bisa membantu menurunkan kadar kortisol tubuh serta memperbaiki kondisi kulit secara bertahap.

Sebagai organ terbesar tubuh dan yang pertama kali terlihat secara visual, kulit memberikan banyak petunjuk penting tentang kesehatan internal. Mengenali tanda-tanda ini lebih dini memungkinkan seseorang mengambil langkah tepat sebelum masalah kulit berkembang lebih serius.



Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!