JAKARTA, NOVOX.ID - Suplemen kolagen semakin populer
dikonsumsi masyarakat luas, terutama oleh mereka yang mengeluhkan nyeri sendi
atau ingin menjaga kesehatan sendi. Namun, apakah benar minum suplemen kolagen
bisa mencegah atau mengurangi nyeri sendi? Para ahli gizi dan penelitian klinis
memberikan gambaran yang lebih seimbang tentang manfaat produk ini.
Kolagen adalah protein struktural utama dalam tubuh yang
berperan penting dalam membentuk tulang, kulit, tendon, dan kartilago sendi.
Seiring bertambahnya usia atau meningkatnya aktivitas fisik, produksi kolagen
alami dalam tubuh cenderung menurun, dan hal ini berpotensi berkontribusi pada
nyeri sendi atau berkurangnya fungsi sendi.
Penelitian klinis kecil menunjukkan bahwa suplementasi
kolagen peptida tertentu dapat membantu meredakan beberapa jenis nyeri sendi
yang berhubungan dengan aktivitas. Misalnya, sebuah uji acak terkendali pada
orang dewasa muda fisik aktif menemukan bahwa orang yang minum kolagen peptida
tertentu mengalami penurunan nyeri sendi akibat aktivitas secara signifikan
dibandingkan dengan mereka yang minum plasebo selama beberapa minggu.
Hasil studi lain yang lebih lama pada atlet juga menunjukkan bahwa kolagen hidrolysat (bentuk kolagen yang telah dipecah menjadi peptida kecil) selama periode panjang dapat mengurangi nyeri sendi saat berjalan, berdiri, atau bergerak dibandingkan dengan plasebo. Ini menunjukkan potensi kolagen sebagai bagian dari strategi nutrisi untuk mendukung sendi yang lebih nyaman.
Selain itu, sebuah systematic review yang mencakup
berbagai penelitian menyimpulkan bahwa suplementasi kolagen peptida secara umum
bermanfaat dalam memperbaiki fungsi sendi dan mengurangi nyeri pada beberapa
kelompok orang, terutama bila dikombinasikan dengan aktivitas fisik yang
sesuai. Efek ini mungkin muncul karena kolagen dapat meningkatkan sintesis
komponen struktural jaringan sendi dan membantu pemulihan dari cedera ringan.
Meski begitu, para pakar juga menekankan bahwa bukti ilmiah
tidak sepenuhnya konsisten dan efeknya dapat bervariasi tergantung jenis
kolagen, dosis, durasi konsumsi, serta kondisi individu. Banyak penelitian
menggunakan dosis sekitar 5–15 gram kolagen peptida per hari selama minimal
8-12 minggu untuk melihat hasil yang lebih nyata.
Selain kolagen, pendekatan lain seperti aktif bergerak
secara rutin, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi nutrisi anti-inflamasi,
serta berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap penting untuk kesehatan
sendi secara menyeluruh. Suplemen kolagen tentu bukan “obat ajaib”, tetapi bisa
menjadi salah satu pelengkap gaya hidup sehat bagi sebagian orang yang
mengalami keluhan sendi ringan.
Dengan demikian, sementara suplemen kolagen berpotensi membantu sebagian orang meredakan nyeri sendi, manfaatnya cenderung modest dan paling baik dipadukan dengan langkah lain yang memperkuat otot dan jaringan penyangga sendi.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!