Negara dengan Rerata Skor IQ Tertinggi di Dunia: Indonesia di Posisi 90, Dominasi Asia Timur Masih Kuat

Negara dengan Rerata Skor IQ Tertinggi di Dunia: Indonesia di Posisi 90, Dominasi Asia Timur Masih Kuat

Ilutrasi Seorang Anak Menulis ( Foto : Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID –  Skor Intelligence Quotient (IQ) sering dijadikan salah satu tolok ukur kemampuan kognitif rata-rata penduduk suatu negara, meski juga menjadi perdebatan dalam dunia akademik dan pendidikan.

Negara dengan rerata skor IQ tertinggi di dunia masih didominasi oleh negara-negara Asia Timur, sementara posisi Indonesia berada jauh di bawahnya, yaitu di peringkat ke-90 secara global.

Data tentang peringkat IQ nasional itu menunjukkan bahwa negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, China dan beberapa negara kawasan Asia Timur lainnya secara konsisten memiliki rata-rata skor IQ yang lebih tinggi dibandingkan negara lain di dunia.

Fokus pada penelitian ini biasanya mengevaluasi kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah dan kemampuan memahami informasi kompleks yang mencerminkan sebagian aspek kecerdasan manusia. 

Sementara itu, menurut survei World Population Review yang sering dijadikan acuan dalam laporan internasional, rata-rata IQ penduduk Indonesia tercatat di angka sekitar 78,49 angka ini mencerminkan ranking Indonesia di luar kelompok negara-negara dengan skor IQ paling tinggi di dunia.

Data ini menempatkan Indonesia jauh di bawah rata-rata global yang umumnya berkisar antara 85–115 dalam banyak studi IQ internasional.

Rendahnya posisi Indonesia dalam peringkat IQ global sering dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk tantangan dalam sistem pendidikan, sumber daya pendidikan yang terbatas, serta masalah kesehatan dan gizi seperti stunting yang memengaruhi perkembangan otak anak sejak dini.

Para ahli pendidikan mencatat bahwa skor IQ negara dapat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan formal dan informal serta akses terhadap stimulasi intelektual sejak usia dini.

Di sisi lain, penting dicatat bahwa IQ bukanlah satu-satunya indikator kecerdasan atau potensi sumber daya manusia suatu negara. Banyak kritikus berpendapat bahwa IQ hanyalah salah satu ukuran dari kemampuan kognitif dan tidak sepenuhnya menggambarkan kreativitas, keterampilan sosial, kemampuan emosional dan kompetensi profesional yang juga penting dalam dunia kerja dan kehidupan nyata.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa skor IQ dapat dipengaruhi oleh metode pengukuran dan sampel populasi yang digunakan, sehingga ranking global perlu dibaca dengan hati-hati dan tidak dijadikan parameter tunggal dalam menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Meski demikian, data peringkat IQ masih menjadi bahan diskusi penting di berbagai forum pendidikan dan kebijakan, karena memberikan gambaran tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh setiap negara dalam mengembangkan kemampuan kognitif masyarakatnya. 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!