Refleksi Isra Miraj, Wamenhaj Ingatkan Komitmen Indonesia terhadap Palestina

Refleksi Isra Miraj, Wamenhaj Ingatkan Komitmen Indonesia terhadap Palestina

Wamenhaj, Dahnil Anzar menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina saat memperingati Isra Miraj (foto: Website/ Kementerian Haji RI)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID -  Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina saat memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat 16 Januari 2026.

Di tengah agenda pelatihan fisik yang padat, lebih dari 1.600 calon petugas haji 2026 diajak berhenti sejenak untuk merefleksikan makna Isra Miraj. Peristiwa spiritual tersebut dinilai memiliki relevansi kuat, baik dengan tugas pelayanan haji maupun dengan dinamika geopolitik global saat ini.

Dalam amanatnya saat apel malam pendidikan dan pelatihan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam, Wamenhaj menekankan bahwa Isra Miraj tidak sekadar dipahami sebagai ritual tahunan, melainkan pengingat pentingnya keseimbangan dimensi kehidupan vertikal dan horizontal.

Menurutnya, dimensi horizontal dalam peristiwa Isra, yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, mengandung pesan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan yang kuat, khususnya terhadap kondisi Palestina.

“Ada simbolisasi horizontal dan perubahan dalam peristiwa Isra, di mana Masjidil Aqsa menjadi bagian penting yang merepresentasikan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Dahnil di Jakarta, Jumat 16 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa sikap Pemerintah Indonesia terhadap Palestina tetap konsisten. Momentum berkumpulnya para calon petugas haji ini juga menjadi refleksi dukungan moral Indonesia terhadap upaya perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Dahnil mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak terlepas dari nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan global.

“Ini merupakan wujud komitmen kuat Pemerintah Republik Indonesia untuk terus berperan aktif dalam mendukung perdamaian di Palestina,” katanya.

Sementara itu, dimensi vertikal dalam peristiwa Miraj dimaknai sebagai penguatan iman melalui perintah shalat. Wamenhaj menekankan pentingnya para petugas haji membenahi hubungan spiritual dengan Tuhan sebelum melayani jamaah di Tanah Suci.

Shalat disebut sebagai sumber kekuatan spiritual yang akan menopang ketahanan mental dan fisik para petugas, terutama saat menghadapi kelelahan dalam melayani jamaah lansia.

“Malam ini bukan sekadar apel penutup kegiatan, tetapi momentum refleksi diri. Para petugas haji perlu memahami tujuan dan makna kehadiran mereka di sini,” tutur Dahnil.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!