Wamendagri Tegaskan Komitmen Pemerintah Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana

Wamendagri Tegaskan Komitmen Pemerintah Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana

Wakil Menteri Dalam Negri, Bima Arya Sugiarto, Tegaskan Komitmen Pemerintah Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana(foto: Youtube/Bima Arya)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID -  Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan komitmen pemerintah untuk bergerak bersama dalam merehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Bima menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengambil langkah strategis dalam pemulihan sektor pertanian, termasuk pemanfaatan teknologi dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sektor pupuk. Langkah tersebut dinilai penting mengingat besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional.

“Sumatera menyumbang sekitar 22 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, pemulihan sawah terdampak bencana akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” ujar Bima dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.

Pernyataan itu disampaikan saat Bima memberikan sambutan pada kegiatan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana Aceh–Sumatera yang digelar di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Bima mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan dan dialog dengan para kepala daerah di wilayah terdampak, dampak bencana kali ini dirasakan lebih luas dan berlangsung lebih lama dibandingkan peristiwa tsunami Aceh. Selain kerusakan fisik, dampak ekonomi juga dinilai sangat besar.

“Cakupan bencananya luas, durasinya panjang, dan dampak ekonominya signifikan. Seperti yang selalu diingatkan Presiden Prabowo, kita harus bergerak cepat dan bergerak bersama. Hari ini kita lihat semua pihak turun langsung,” katanya.

Ia menegaskan peran Kementerian Dalam Negeri dalam memastikan seluruh pemerintah daerah terdampak tidak bekerja sendiri dalam proses pemulihan. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan pembagian peran yang jelas dan berkelanjutan guna memastikan tidak ada aspek penanganan yang terlewat.

“Saya bolak-balik ke Aceh Tamiang, Langsa, dan wilayah sekitarnya untuk mendampingi kepala daerah dan memastikan setiap celah penanganan bisa segera diatasi,” jelasnya.

Dalam upaya percepatan pemulihan, Kemendagri juga mengerahkan 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu memulihkan pusat pemerintahan di Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat bencana.

Selain itu, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga turut diperkuat melalui keterlibatan personel TNI-Polri serta taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Taruna TNI-Polri, praja IPDN, hingga taruna KKP yang dilepas langsung oleh Menteri KKP juga dikerahkan ke berbagai titik terdampak untuk membantu proses pemulihan,” tutup Bima.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!