JAKARTA, NOVOX.ID - Asupan garam yang terlalu sedikit maupun berlebihan sama-sama berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, khususnya terhadap tekanan darah dan fungsi jantung.
Garam mengandung natrium yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, transmisi saraf, serta kontraksi otot. Namun, konsumsi garam masyarakat global umumnya masih jauh melampaui batas yang dianjurkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan natrium tidak melebihi 2 gram per hari atau setara dengan 5 gram garam. Kenyataannya, rata-rata konsumsi garam dunia mencapai sekitar 10,8 gram per hari.
Sebuah studi berjudul “Sodium Intake and Cardiovascular Health: A Systematic Review” yang dipublikasikan pada 2022 menyimpulkan bahwa asupan natrium pada kisaran 3–6 gram per hari dinilai paling ideal untuk kesehatan jantung.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa risiko penyakit kardiovaskular meningkat baik pada konsumsi garam yang terlalu rendah maupun yang berlebihan.
Asupan garam berlebih telah lama dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah serta risiko stroke dan penyakit jantung. WHO mencatat konsumsi natrium berlebihan berkontribusi terhadap sekitar 1,89 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.
Sebaliknya, pengurangan konsumsi garam terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Analisis dari Health Survey for England menunjukkan bahwa penurunan asupan garam berperan dalam menurunnya angka kematian akibat stroke dan penyakit jantung.
Meski demikian, sejumlah studi yang mengaitkan diet rendah garam dengan risiko kesehatan menuai kritik karena keterbatasan metodologi. Sebagian besar pakar menilai bukti manfaat pengurangan konsumsi garam masih lebih kuat dibanding potensi risikonya.
Para ahli juga menekankan bahwa respons tubuh terhadap asupan garam dapat berbeda pada tiap individu. Namun secara umum, konsumsi garam dalam jumlah sedang dianggap paling aman untuk kesehatan jangka panjang.
Diet rendah garam tidak serta-merta berbahaya selama dijalankan secara tepat, dengan tetap menjaga asupan pada tingkat moderat sesuai rekomendasi kesehatan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!