JAKARTA, NOVOX.ID - Bicara soal daging sapi, sebagian besar orang langsung teringat potongan populer seperti sirloin, tenderloin, atau ribeye. Padahal, ada bagian lain yang tak kalah lezat jika diolah dengan tepat, yakni daging sengkel. Potongan ini berasal dari bagian kaki sapi dan telah lama menjadi andalan berbagai masakan tradisional Indonesia.
Daging sengkel dikenal sebagai bahan utama bakso urat karena teksturnya yang khas. Selain itu, potongan ini juga sering digunakan dalam berbagai hidangan berkuah yang membutuhkan proses memasak lama. Di pasaran, harga daging sengkel lokal biasanya berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram, tergantung kualitas dan jenis sapi.
Mengutip The Chopping Block, daging sengkel berasal dari area bawah kaki sapi yang berada tepat di atas sendi lutut. Bagian ini terdiri dari otot yang aktif bergerak, jaringan ikat, kolagen, serta tulang. Karena menopang hampir seluruh berat tubuh sapi, tekstur daging sengkel cenderung lebih keras dibandingkan potongan daging sapi lainnya.
Meski demikian, kerasnya tekstur daging sengkel justru menjadi keunggulan tersendiri. Kandungan kolagen yang tinggi akan berubah menjadi gelatin saat dimasak perlahan, menghasilkan tekstur empuk dan rasa gurih yang kaya. Inilah alasan mengapa daging sengkel sangat cocok dimasak dengan teknik rebus lama atau braising.
Menurut One Stop Halal, daging sengkel tersedia dalam dua jenis utama, yakni dengan tulang dan tanpa tulang. Sengkel dengan tulang menyertakan sumsum yang mampu memperkaya rasa kuah, sementara sengkel tanpa tulang lebih praktis untuk diolah namun tetap menyimpan jaringan ikat yang memberikan cita rasa khas.
Dalam kuliner Nusantara, daging sengkel kerap dimanfaatkan untuk berbagai hidangan, mulai dari sup, soto Betawi, rawon, gulai, semur, hingga oseng. Bagian atas kaki atau shin shank memiliki daging lebih tebal dan cocok untuk masakan berkuah kental, sedangkan bagian bawah dekat kuku atau hock shank lebih banyak tulang dan ideal untuk kaldu.
Sumsum tulang yang terdapat pada sengkel berperan penting dalam menghasilkan rasa gurih alami. Saat dimasak, sumsum akan meleleh dan menyatu dengan kuah, menciptakan sensasi lezat yang sulit ditandingi potongan lain.
Untuk hasil maksimal, pilih daging sengkel yang segar dengan tulang besar dan daging cukup tebal. Sengkel dari sapi muda menawarkan tekstur lebih lembut, sementara sengkel sapi dewasa memberikan cita rasa daging yang lebih kuat, cocok untuk masakan tradisional yang dimasak lama.
Dengan pengolahan yang tepat, daging sengkel membuktikan bahwa potongan kaki sapi pun bisa menjadi hidangan istimewa di meja makan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!