JAKARTA, NOVOX.ID - Upaya mengurangi asupan gula kini semakin gencar dilakukan masyarakat seiring meningkatnya kesadaran akan risiko penyakit metabolik. Banyak orang mulai menghindari makanan manis seperti kue, permen, atau minuman bersoda. Namun tanpa disadari, gula justru kerap masuk ke tubuh melalui makanan yang selama ini dianggap sehat, terutama produk olahan yang dikonsumsi sehari-hari.
Gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, terutama gula alami yang berasal dari buah dan susu. Masalah muncul ketika gula tambahan dikonsumsi secara berlebihan. Gula tambahan dicerna lebih cepat, memicu lonjakan gula darah, dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko resistansi insulin, peradangan sistemik, hingga penyakit seperti diabetes dan gangguan jantung.
Sejumlah makanan populer ternyata menyimpan gula tersembunyi dalam jumlah signifikan. Yogurt berperisa, misalnya, sering dipilih sebagai menu sarapan sehat. Padahal, varian rasa buah kerap mengandung gula tambahan lebih tinggi dibandingkan buah segar itu sendiri. Rasa asam alami yogurt sering “dikoreksi” dengan pemanis agar lebih disukai konsumen.
Sup kalengan juga termasuk dalam daftar makanan yang kerap mengecoh. Selain tinggi natrium, sup berbasis tomat biasanya mengandung gula tambahan untuk menyeimbangkan rasa asam. Hal serupa terjadi pada saus tomat kemasan yang terlihat praktis dan berbahan dasar sayuran, tetapi mengandung gula demi rasa dan daya simpan yang lebih lama.
Saus salad menjadi jebakan berikutnya. Salad memang identik dengan pola makan sehat, namun saus yang ditambahkan bisa mengandung beberapa gram gula hanya dalam satu sajian kecil. Jika digunakan berlebihan, manfaat salad pun dapat berkurang signifikan.
Jus buah kemasan juga sering disalahpahami sebagai minuman sehat. Tanpa serat alami seperti pada buah utuh, gula dalam jus lebih cepat diserap tubuh. Banyak produk jus di pasaran bahkan menambahkan gula meski klaimnya “100 persen buah”.
Granola, snack bar, dan buah kering turut masuk dalam daftar makanan tinggi gula tersembunyi. Proses pengolahan membuat kandungan gula menjadi lebih terkonsentrasi, bahkan ada produk yang setara dengan permen atau cokelat batang. Minuman olahraga dan susu cokelat pun mengandung gula tambahan yang cukup tinggi, meski kerap diasosiasikan dengan gaya hidup aktif dan bernutrisi.
Para ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih makanan. Membaca label kandungan nutrisi menjadi langkah penting untuk mengetahui jumlah gula tambahan yang tersembunyi. Mengurangi konsumsi makanan kemasan dan memilih bahan makanan utuh dinilai sebagai cara paling aman untuk mengontrol asupan gula harian dan menjaga kesehatan jangka panjang.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!