GERD Disangka Asam Lambung Biasa, Dokter Ungkap Bahaya Salah Kenali Serangan Jantung

GERD Disangka Asam Lambung Biasa, Dokter Ungkap Bahaya Salah Kenali Serangan Jantung

GERD Disangka Asam Lambung Biasa, Dokter Ungkap Bahaya Salah Kenali Serangan Jantung (Foto: Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Perbincangan publik mengenai hubungan antara GERD dan henti jantung menguat setelah meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang diduga akibat henti jantung.

Diskusi ini mencuat karena Lula diketahui memiliki riwayat gastroesophageal reflux disease (GERD), penyakit yang selama ini kerap dianggap sepele sebagai gangguan asam lambung biasa. Kasus ini pun menjadi pengingat penting bahwa literasi kesehatan masyarakat masih perlu diperkuat, terutama terkait kemiripan gejala antara gangguan lambung dan penyakit jantung yang berpotensi mematikan.

Dokter spesialis jantung Siloam Hospital, Vito Damay, menjelaskan bahwa secara klinis, keluhan GERD dan serangan jantung memang dapat saling tumpang tindih. Pada GERD, penderita biasanya merasakan panas atau perih di dada hingga leher, nyeri ulu hati, rasa asam di mulut, mual, bahkan muntah. Keluhan ini sering muncul saat berbaring atau pada malam hari, dan dalam beberapa kasus dapat disertai sesak napas mendadak.

Sementara itu, serangan jantung juga bisa menimbulkan keluhan nyeri dada yang terasa berat, tertekan, atau seperti ditindih. Nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung, serta disertai keringat dingin, mual hebat, dan sesak napas. “Memang, pada serangan jantung juga bisa muncul nyeri ulu hati dan mual. Itu yang sering membuat orang mengira keluhannya hanya GERD,” ujar Vito, Minggu 25 Januari 2026.

Situasi menjadi semakin berbahaya karena pada sebagian orang, terutama perempuan, lansia, dan penderita diabetes, serangan jantung tidak selalu menunjukkan nyeri dada khas.

“Keluhannya bisa hanya seperti maag atau GERD. Ini yang membuat serangan jantung sering terlewat,” kata Vito. Akibatnya, tidak sedikit pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi terlambat karena menganggap gejala yang dirasakan hanyalah gangguan lambung biasa.

Vito juga meluruskan anggapan yang beredar di masyarakat bahwa nyeri ulu hati yang terasa saat ditekan pasti berasal dari lambung. Menurutnya, hal itu tidak bisa dijadikan patokan mutlak. “Nyeri karena GERD memang sering terasa saat perut bagian atas ditekan. Tapi untuk memastikan, tetap perlu pemeriksaan klinis dan EKG,” jelasnya.

Di tengah ramainya spekulasi, Vito menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan henti jantung. “GERD tidak menyebabkan sumbatan jantung, dan sumbatan jantung tidak menyebabkan GERD. GERD juga tidak menyebabkan henti jantung,” tegasnya. Namun, serangan jantung yang tidak tertangani dapat berujung pada henti jantung dan kematian.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika nyeri ulu hati atau dada disertai keringat dingin, mual hebat, dan sesak napas, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok. “Lebih aman segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu,” pungkas Vito.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!