JAKARTA, NOVOX.ID – Konten tarot kini menjadi salah satu tren yang
cepat menyebar di platform video pendek TikTok. Banyak akun dengan
jutaan tayangan menampilkan video ramalan tarot yang dikemas singkat, estetik,
dan relatable bagi penontonnya, terutama generasi muda.
Video-video ini menampilkan pembacaan kartu tarot yang
seolah-olah berbicara langsung kepada pemirsa, membuat banyak pengguna merasa
“pesan itu benar ditujukan pada mereka.” Fenomena ini telah mencuri perhatian
banyak pengguna karena sifatnya yang personal dan misterius, serta kadang
dikombinasikan dengan musik atau visual menarik yang membuatnya mudah ditonton
berulang kali.
Namun di balik kepopulerannya, sejumlah psikolog dan ahli perilaku sosial mulai mengingatkan dampak potensial dari fenomena ini, terutama bila tarot tidak dilihat hanya sebagai bentuk hiburan ringan tetapi sebagai pegangan serius dalam kehidupan sehari-hari.
Psikolog Ingatkan Risiko Ketergantungan dan Dampaknya
Menurut psikolog klinis yang dikutip dalam laporan, tren
tarot ini bisa memberikan efek self-fulfilling prophecy kondisi di mana
seseorang mempercayai ramalan sehingga tanpa sadar mengambil keputusan atau
bertindak seolah hal tersebut benar akan terjadi.
Dalam konteks kesehatan mental, ini bisa memengaruhi cara
seseorang menghadapi ketidakpastian hidup, dan bukan sekadar memberi jawaban
hiburan.
Psikolog juga mengingatkan bahwa bergantung pada tarot untuk
keputusan penting seperti hubungan, karier, atau kesejahteraan emosional bisa
melemahkan kemampuan seseorang untuk berpikir rasional dan mengambil keputusan
berdasarkan fakta atau pengalaman diri.
Rasa tenang sementara yang dirasakan setelah menonton tarot mungkin terasa membantu, tetapi tanpa panduan profesional, hal itu justru bisa menggantikan strategi pengelolaan stres yang sehat.
Menurut beberapa ahli perilaku sosial, algoritma
media sosial turut memperkuat tren ini karena konten yang paling sering
ditontonnya akan terus muncul di feed pengguna, menciptakan lingkaran umpan
balik yang membuat video tarot semakin sering terlihat oleh pengguna yang sudah
tertarik.
Ini sering kali ditafsirkan secara subjektif oleh penonton
seolah pesan tarot itu benar-benar “ditakdirkan” muncul untuk mereka.
Dampak TikTok terhadap Pengguna dan Pesan yang Harus Disimak
Psikolog dan pakar digital juga mengingatkan bahwa
popularitas konten seperti tarot di TikTok hanya salah satu contoh bagaimana
media sosial bisa memengaruhi kesehatan mental, terutama generasi muda yang
rentan terhadap pengaruh algoritma dan pesan emosional yang kuat.
Konten yang sangat disukai cenderung diproduksi ulang dengan
gaya serupa, tanpa penjelasan ilmiah, sehingga risiko misinformasi dan
interpretasi tanpa batas semakin besar.
Tren ini mendorong para ahli kesehatan mental untuk
mengimbau pengguna TikTok agar tetap skeptis terhadap konten semacam ramalan terutama
bila digunakan sebagai acuan membuat keputusan hidup atau saat menghadapi
masalah emosional berat.
Lebih penting lagi, para ahli menyarankan agar individu yang
merasa terbebani secara emosional mencari bantuan profesional seperti konselor
atau psikolog alih-alih bergantung semata pada konten viral.
Tren Menarik Tapi Perlu Kearifan dalam Menanggapi
Meski fenomena tarot di TikTok bisa terlihat sekadar hiburan
atau refleksi ekspresi diri, ada pesan penting dari psikolog: tren ini dapat
memiliki efek mendalam apabila dibawa terlalu serius atau dijadikan pegangan
utama dalam kehidupan.
Pengguna disarankan menonton dengan sikap kritis, menjaga kesehatan mental mereka, dan selalu mempertimbangkan konteks ilmiah serta profesional dalam mengambil keputusan penting.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!