JAKARTA, NOVOX.ID - Vitamin D dikenal luas sebagai nutrisi penting untuk
kesehatan tulang dan imun tubuh, tetapi manfaatnya ternyata lebih dari itu. dikutip NOVOX dari Halodoc, vitamin D berperan dalam
memperpanjang umur dengan tiga cara utama, yang mencakup pengurangan risiko
penyakit serius dan perlambatan proses penuaan biologis.
Pertama, vitamin D disebut dapat mengurangi risiko kanker kolorektal. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang sehat dalam tubuh berhubungan dengan penurunan risiko berkembangnya kanker ini. Mekanisme yang diduga terjadi adalah karena vitamin D dapat membantu mengatur pertumbuhan sel dan respons imun tubuh, sehingga mampu menekan perkembangan sel kanker sebelum menjadi agresif.
Baca juga: Terasa Sakit di Telapak Kaki? Kenali 6 Gejala Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Kedua, vitamin D juga berpotensi memperlambat penuaan
biologis. Bukti ilmiah dari studi klinis besar seperti VITAL menunjukkan bahwa
suplemen vitamin D3 dapat membantu melindungi telomer struktur di ujung
kromosom yang memendek seiring bertambahnya usia. Penelitian tersebut menemukan
bahwa orang yang menerima vitamin D setiap hari mengalami pemendekan telomer
yang lebih lambat, yang secara biologis setara dengan memperlambat proses penuaan
beberapa tahun.
Selain itu, vitamin D membantu menurunkan risiko kondisi
kronis lain, termasuk penyakit jantung dan gangguan metabolik. Vitamin ini
berperan dalam mengatur peradangan dan fungsi sistem kekebalan, yang secara
implisit mendukung kesehatan jangka panjang. Berbagai penelitian observasional
yang melibatkan puluhan ribu peserta menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang
lebih tinggi seringkali berkaitan dengan penurunan mortalitas keseluruhan.
Vitamin D bisa diperoleh dari paparan sinar matahari,
beberapa sumber makanan seperti ikan berlemak dan makanan yang diperkaya, serta
suplemen jika diperlukan. Karena banyak orang yang kekurangan vitamin D akibat
gaya hidup modern yang lebih banyak di dalam ruangan, ahli kesehatan sering
menyarankan kombinasi paparan sinar matahari moderat dan diet yang kaya nutrisi
untuk mempertahankan kadar vitamin D yang optimal.
Namun pakar juga mengingatkan bahwa megadosis vitamin D tanpa pengawasan medis bisa berisiko, khususnya bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Mengukur kadar vitamin D dalam darah dapat membantu menentukan apakah suplemen dibutuhkan dan dalam dosis yang tepat.
Baca juga: Olahraga Jalan Kaki Bukan Untuk Pemula? berikut Penjelasan Medis
Dengan demikian, meskipun vitamin D bukanlah “obat ajaib,”
bukti terbaru menunjukkan perannya yang signifikan dalam menunjang kesehatan
jangka panjang dan potensi memperpanjang umur asalkan dikonsumsi dan dipantau
dengan cara yang tepat.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!