Vitamin D Bisa Bikin Umur Panjang Lewat 3 Cara Ini, Ini Penjelasannya

Vitamin D Bisa Bikin Umur Panjang Lewat 3 Cara Ini, Ini Penjelasannya

Ilustrasi. Vitamin D disebut bisa bikin panjang umur (Foto : iStockphoto/LumenSt)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Vitamin D dikenal luas sebagai nutrisi penting untuk kesehatan tulang dan imun tubuh, tetapi manfaatnya ternyata lebih dari itu. dikutip NOVOX dari Halodoc, vitamin D berperan dalam memperpanjang umur dengan tiga cara utama, yang mencakup pengurangan risiko penyakit serius dan perlambatan proses penuaan biologis.

Pertama, vitamin D disebut dapat mengurangi risiko kanker kolorektal. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang sehat dalam tubuh berhubungan dengan penurunan risiko berkembangnya kanker ini. Mekanisme yang diduga terjadi adalah karena vitamin D dapat membantu mengatur pertumbuhan sel dan respons imun tubuh, sehingga mampu menekan perkembangan sel kanker sebelum menjadi agresif.

Baca juga: Terasa Sakit di Telapak Kaki? Kenali 6 Gejala Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Kedua, vitamin D juga berpotensi memperlambat penuaan biologis. Bukti ilmiah dari studi klinis besar seperti VITAL menunjukkan bahwa suplemen vitamin D3 dapat membantu melindungi telomer struktur di ujung kromosom yang memendek seiring bertambahnya usia. Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang menerima vitamin D setiap hari mengalami pemendekan telomer yang lebih lambat, yang secara biologis setara dengan memperlambat proses penuaan beberapa tahun.

Selain itu, vitamin D membantu menurunkan risiko kondisi kronis lain, termasuk penyakit jantung dan gangguan metabolik. Vitamin ini berperan dalam mengatur peradangan dan fungsi sistem kekebalan, yang secara implisit mendukung kesehatan jangka panjang. Berbagai penelitian observasional yang melibatkan puluhan ribu peserta menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi seringkali berkaitan dengan penurunan mortalitas keseluruhan.

Vitamin D bisa diperoleh dari paparan sinar matahari, beberapa sumber makanan seperti ikan berlemak dan makanan yang diperkaya, serta suplemen jika diperlukan. Karena banyak orang yang kekurangan vitamin D akibat gaya hidup modern yang lebih banyak di dalam ruangan, ahli kesehatan sering menyarankan kombinasi paparan sinar matahari moderat dan diet yang kaya nutrisi untuk mempertahankan kadar vitamin D yang optimal.

Namun pakar juga mengingatkan bahwa megadosis vitamin D tanpa pengawasan medis bisa berisiko, khususnya bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Mengukur kadar vitamin D dalam darah dapat membantu menentukan apakah suplemen dibutuhkan dan dalam dosis yang tepat.

Baca juga: Olahraga Jalan Kaki Bukan Untuk Pemula? berikut Penjelasan Medis

Dengan demikian, meskipun vitamin D bukanlah “obat ajaib,” bukti terbaru menunjukkan perannya yang signifikan dalam menunjang kesehatan jangka panjang dan potensi memperpanjang umur asalkan dikonsumsi dan dipantau dengan cara yang tepat.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!