Waspada Penyakit Autoimun: Gejala, Jenis, dan Pentingnya Deteksi Dini

Waspada Penyakit Autoimun: Gejala, Jenis, dan Pentingnya Deteksi Dini

Ilustrasi Autoimun Disaese (Foto: Website/Kemenkesri)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID -  Sistem kekebalan tubuh seharusnya berperan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Namun pada kondisi tertentu, sistem ini justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri sehingga memicu peradangan kronis yang dikenal sebagai penyakit autoimun.

NOVOX.ID mengutip dari laman Kemenkes dan Cleveland clinic, hingga kini, telah dikenal lebih dari 100 jenis penyakit autoimun yang secara umum terbagi menjadi autoimun sistemik dan autoimun organ spesifik. Autoimun sistemik dapat menyerang banyak organ sekaligus dan sering kali memiliki gejala yang tidak khas, seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Rheumatoid Arthritis (RA), dan Mixed Connective Tissue Disease (MCTD).

Baca juga: Hati-Hati! Ini Tandanya Jika Tubuh Kamu Kekurangan Protein

Gejala penyakit autoimun sangat beragam, tergantung pada organ yang terdampak. Keluhan dapat berupa nyeri dan kaku sendi, kelemahan otot, pembengkakan, gangguan penglihatan, hingga perubahan kadar gula darah. Peradangan menjadi ciri umum, yang ditandai dengan rasa hangat, kemerahan, nyeri, dan pembengkakan pada area tertentu.

Banyak penyakit autoimun bersifat kambuhan, dengan gejala yang muncul dan mereda, yang dikenal sebagai flare atau serangan. Karena sifatnya yang berulang dan sering sulit dikenali, penting untuk mewaspadai perubahan kondisi tubuh dan segera berkonsultasi ke tenaga medis jika keluhan terasa tidak biasa atau semakin sering muncul.

Untuk memastikan diagnosis, diperlukan kombinasi pemeriksaan klinis, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium karena gejalanya sering tidak spesifik. Salah satu tes skrining penting adalah pemeriksaan Antinuclear Antibody (ANA) dengan metode immunofluorescence, yang membantu dokter mengidentifikasi kemungkinan penyakit autoimun secara lebih akurat.

Berdasarkan pola serangan dan organ yang terdampak, penyakit autoimun secara umum dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain:

Baca juga: Pakar Kesehatan Ingatkan: Kurang Terpapar Matahari Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

  1. Lupus
    Menyerang berbagai organ dengan gejala demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, sariawan, pembengkakan, hingga gangguan saraf dan pernapasan.

  2. Penyakit Graves
    Ditandai penurunan berat badan tanpa sebab jelas, mata menonjol, jantung berdebar, rambut rontok, sulit tidur, dan rasa gelisah.

  3. Psoriasis
    Menyebabkan bercak merah bersisik pada kulit yang sering disertai rasa gatal atau perih.

  4. Multiple Sclerosis
    Menimbulkan gangguan sistem saraf seperti mati rasa, nyeri, gangguan penglihatan, otot kaku, dan mudah lelah.

  5. Myasthenia Gravis
    Ditandai kelemahan otot, kelopak mata turun, penglihatan kabur, serta kesulitan bernapas dan menelan.

  6. Tiroiditis Hashimoto
    Berkaitan dengan gangguan fungsi tiroid yang menyebabkan berat badan naik, mudah lelah, sensitif terhadap dingin, dan sulit berkonsentrasi.

  7. Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn
    Menyerang saluran cerna dengan gejala nyeri perut, diare, buang air besar berdarah, dan penurunan berat badan.

  8. Rheumatoid Arthritis
    Menyebabkan peradangan sendi yang memicu nyeri, pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan gerak.

  9. Sindrom Guillain-Barre
    Menimbulkan kelemahan otot yang dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

  10. Sindrom Sjogren
    Ditandai mata dan mulut kering yang dapat mengganggu penglihatan serta kesehatan gigi.

  11. Vaskulitis
    Merupakan peradangan pembuluh darah dengan gejala demam, kelelahan, ruam kulit, dan penurunan berat badan.

Baca juga: Terasa Sakit di Telapak Kaki? Kenali 6 Gejala Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!