Alarm Bahaya! Satu dari Tujuh Anak Indonesia Terpapar Timbal, Otak Terancam

Alarm Bahaya! Satu dari Tujuh Anak Indonesia Terpapar Timbal, Otak Terancam

Ini bahaya dari timbal (Foto: Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Ancaman kesehatan serius kini mengintai anak-anak Indonesia. Sekitar satu dari tujuh anak di Tanah Air diketahui terpapar logam berat timbal, zat berbahaya yang dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan otak dan kualitas tumbuh kembang anak. Fakta mengkhawatirkan ini terungkap dari studi terbaru yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap 1.617 anak usia 1 hingga 5 tahun.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan timbal pada anak masih terjadi secara luas, dipicu oleh berbagai faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan orang tua saat pulang kerja, termasuk membawa kontaminan dari luar rumah, serta penggunaan mainan anak yang mengandung timbal disebut menjadi salah satu sumber paparan yang kerap tidak disadari.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, menegaskan bahwa bahaya timbal kerap luput dari perhatian karena tidak menimbulkan gejala langsung. “Jadi efeknya paparan timbal ini jangka panjang, ya. Dia enggak terlihat gejala langsung. Kadar tinggi timbal yang kami temukan pun dia tidak bergejala,” ujar Then di Jakarta Selatan, Rabu 21 Januari 2026.

Menurut Then, sifat paparan timbal bersifat kumulatif. Artinya, dampak kesehatan baru akan muncul setelah akumulasi paparan berlangsung lama dan dalam jumlah besar. Gejala yang mulai terlihat biasanya muncul ketika anak mengalami anemia, karena kandungan timbal dalam darah dapat mengganggu pembentukan sel darah merah.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak timbal terhadap tumbuh kembang anak. Paparan logam berat ini diketahui dapat memicu gangguan pada otak dan sistem saraf, menurunkan IQ dan kecerdasan, serta menyebabkan keterlambatan perkembangan. “Kasihan anak-anak kita, IQ-nya jadi tidak bagus, tumbuh kembangnya jelek, kemudian stunting,” kata Then.

Hal senada disampaikan Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Ni Luh Putu Indi Dharmayanti. Ia menyebut berbagai studi telah membuktikan bahwa bahkan paparan timbal pada kadar terendah pun berpotensi mengganggu fungsi otak dan perilaku anak. “Sejumlah studi menunjukkan, bahkan paparan timbal pada kadar terendah pun mampu mengganggu perkembangan otak, fungsi kognitif, serta perilaku anak,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BRIN.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Indi menilai paparan timbal dapat berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Anak-anak yang terpapar berisiko mengalami penurunan kemampuan belajar dan produktivitas di masa depan.

Paparan timbal kini diakui sebagai salah satu ancaman kesehatan paling serius bagi anak-anak. Anak merupakan kelompok paling rentan karena tubuh mereka mampu menyerap timbal empat hingga lima kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk memperkuat perlindungan lingkungan dan kesehatan anak sejak dini.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!