JAKARTA, NOVOX.ID – Teh susu atau milk tea
terus menjadi pilihan minuman favorit banyak orang, tidak hanya karena rasanya
yang nikmat tetapi juga karena mudah dibuat di rumah maupun dibeli di kedai.
Namun, selain soal rasa dan tekstur yang creamy, teh susu
juga memiliki risiko kontaminasi bakteri jika disiapkan atau disimpan
secara kurang higienis. Kualitas bahan dan cara penyajian berperan penting
dalam menjaga minuman ini tetap aman untuk dikonsumsi.
Mengapa Risiko Bakteri Perlu Diperhatikan
Minuman berbasis teh dan susu cenderung rentan terhadap
pertumbuhan mikroba karena mengandung protein dari susu dan gula yang dapat
menjadi sumber makanan bagi bakteri jika tidak ditangani dengan benar.
Studi independen menemukan bahwa penggunaan ice atau
es dalam minuman teh susu juga dapat menjadi sumber bakteri karena es berasal
dari air yang mungkin tidak steril dan bisa menambah beban kontaminasi jika
tidak aman.
Selain itu, teh yang sudah diseduh lalu dibiarkan di suhu
ruang dalam waktu lama juga berpeluang lebih cepat mengalami perkembangan
bakteri, terutama jika sudah dicampur dengan susu atau pemanis.
Menurut pakar keamanan pangan, teh yang dibiarkan lebih dari beberapa jam tanpa pendinginan yang tepat dapat menimbulkan risiko pertumbuhan mikroba yang berbahaya bagi kesehatan.
Praktik Aman dalam Menyeduh Teh Susu
Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa langkah aman
yang dapat diterapkan saat membuat dan menyajikan teh susu:
- Gunakan
Air dan Susu Berkualitas yang Bersih : Pastikan air yang digunakan untuk
menyeduh teh bersih dan layak minum, susu yang dipilih pun sebaiknya sudah
dipasteurisasi untuk mengurangi adanya bakteri patogen. Mengolah susu dari
bahan mentah tanpa pasteurisasi dapat meningkatkan risiko bakteri tumbuh.
- Panaskan
Sesuai Kebutuhan : Saat menyeduh teh, panaskan air mendidih terlebih
dahulu, seduh teh beberapa menit, kemudian campurkan susu. Menambahkan
susu setelah teh diseduh membantu mengurangi waktu susu berada di suhu
panas dan menjaga kualitasnya.
- Hindari
Menyimpan Teh Terlalu Lama pada Suhu Ruang : Teh susu yang sudah dibuat
disarankan untuk langsung diminum atau jika perlu disimpan, letakkan pada wadah
kedap udara dan segera dinginkan (di bawah 5°C) untuk memperlambat
pertumbuhan bakteri. Menyimpan di kulkas dapat memperpanjang umur minuman
dan menekan risiko mikroba berkembang.
- Jangan Panaskan Ulang Secara Berulang : Menghangatkan kembali minuman teh susu berulang kali tidak hanya menurunkan kualitas rasa tetapi juga dapat memperluas rentang waktu bakteri berkembang jika suhu tidak mencapai cukup panas untuk membunuh mikroba. Teh yang sudah dingin dan dipanaskan ulang berulang kali semakin beresiko bagi pencernaan.
Penyajian untuk Semua Usia
Penting untuk diingat bahwa anak-anak, ibu hamil, dan
orang dengan sistem imun rentan sebaiknya lebih berhati-hati dengan minuman
teh berbasis susu. Pastikan semua bahan bersih dan segar, serta ikuti langkah
aman penyajian.
Beberapa orang juga memilih untuk menyeduh teh lebih
dahulu baru menambahkan susu dan gula sesaat sebelum diminum untuk mencegah
pembentukan koloni bakteri saat disimpan.
Selain itu, mencuci peralatan (gelas, teko, sendok) sebelum
dan sesudah digunakan juga merupakan langkah sederhana namun efektif untuk
meminimalkan paparan bakteri yang bisa menempel dari peralatan lama.
Kebiasaan ini penting terutama jika membuat teh susu dalam
jumlah banyak untuk disimpan guna konsumsi esok hari.
Dengan menerapkan tindakan-tindakan di atas, pecinta teh
susu dapat menikmatinya tanpa khawatir terhadap risiko mikroba yang biasa
terjadi pada minuman berbasis susu dan gula.
Selalu utamakan kebersihan bahan dan teknik penyajian yang
benar agar setiap tegukan teh susu tetap nikmat dan aman untuk semua anggota
keluarga.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!