Tips Aman Membuat Teh Susu: Cara Meminimalkan Risiko Bakteri Saat Menyeduh

Tips Aman Membuat Teh Susu: Cara Meminimalkan Risiko Bakteri Saat Menyeduh

Ilustrasi membuat teh susu. (Foto : iStockphoto)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID – Teh susu atau milk tea terus menjadi pilihan minuman favorit banyak orang, tidak hanya karena rasanya yang nikmat tetapi juga karena mudah dibuat di rumah maupun dibeli di kedai.

Namun, selain soal rasa dan tekstur yang creamy, teh susu juga memiliki risiko kontaminasi bakteri jika disiapkan atau disimpan secara kurang higienis. Kualitas bahan dan cara penyajian berperan penting dalam menjaga minuman ini tetap aman untuk dikonsumsi.

Mengapa Risiko Bakteri Perlu Diperhatikan

Minuman berbasis teh dan susu cenderung rentan terhadap pertumbuhan mikroba karena mengandung protein dari susu dan gula yang dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri jika tidak ditangani dengan benar.

Studi independen menemukan bahwa penggunaan ice atau es dalam minuman teh susu juga dapat menjadi sumber bakteri karena es berasal dari air yang mungkin tidak steril dan bisa menambah beban kontaminasi jika tidak aman.

Selain itu, teh yang sudah diseduh lalu dibiarkan di suhu ruang dalam waktu lama juga berpeluang lebih cepat mengalami perkembangan bakteri, terutama jika sudah dicampur dengan susu atau pemanis.

Menurut pakar keamanan pangan, teh yang dibiarkan lebih dari beberapa jam tanpa pendinginan yang tepat dapat menimbulkan risiko pertumbuhan mikroba yang berbahaya bagi kesehatan. 

Praktik Aman dalam Menyeduh Teh Susu

Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa langkah aman yang dapat diterapkan saat membuat dan menyajikan teh susu:

  1. Gunakan Air dan Susu Berkualitas yang Bersih : Pastikan air yang digunakan untuk menyeduh teh bersih dan layak minum, susu yang dipilih pun sebaiknya sudah dipasteurisasi untuk mengurangi adanya bakteri patogen. Mengolah susu dari bahan mentah tanpa pasteurisasi dapat meningkatkan risiko bakteri tumbuh.
  2. Panaskan Sesuai Kebutuhan : Saat menyeduh teh, panaskan air mendidih terlebih dahulu, seduh teh beberapa menit, kemudian campurkan susu. Menambahkan susu setelah teh diseduh membantu mengurangi waktu susu berada di suhu panas dan menjaga kualitasnya.
  3. Hindari Menyimpan Teh Terlalu Lama pada Suhu Ruang : Teh susu yang sudah dibuat disarankan untuk langsung diminum atau jika perlu disimpan, letakkan pada wadah kedap udara dan segera dinginkan (di bawah 5°C) untuk memperlambat pertumbuhan bakteri. Menyimpan di kulkas dapat memperpanjang umur minuman dan menekan risiko mikroba berkembang.
  4. Jangan Panaskan Ulang Secara Berulang : Menghangatkan kembali minuman teh susu berulang kali tidak hanya menurunkan kualitas rasa tetapi juga dapat memperluas rentang waktu bakteri berkembang jika suhu tidak mencapai cukup panas untuk membunuh mikroba. Teh yang sudah dingin dan dipanaskan ulang berulang kali semakin beresiko bagi pencernaan.

Penyajian untuk Semua Usia

Penting untuk diingat bahwa anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun rentan sebaiknya lebih berhati-hati dengan minuman teh berbasis susu. Pastikan semua bahan bersih dan segar, serta ikuti langkah aman penyajian.

Beberapa orang juga memilih untuk menyeduh teh lebih dahulu baru menambahkan susu dan gula sesaat sebelum diminum untuk mencegah pembentukan koloni bakteri saat disimpan.

Selain itu, mencuci peralatan (gelas, teko, sendok) sebelum dan sesudah digunakan juga merupakan langkah sederhana namun efektif untuk meminimalkan paparan bakteri yang bisa menempel dari peralatan lama.

Kebiasaan ini penting terutama jika membuat teh susu dalam jumlah banyak untuk disimpan guna konsumsi esok hari.

Dengan menerapkan tindakan-tindakan di atas, pecinta teh susu dapat menikmatinya tanpa khawatir terhadap risiko mikroba yang biasa terjadi pada minuman berbasis susu dan gula.

Selalu utamakan kebersihan bahan dan teknik penyajian yang benar agar setiap tegukan teh susu tetap nikmat dan aman untuk semua anggota keluarga.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!