Benarkah Oat Milk Lebih Baik dari Susu Sapi? Ini Kata Para Ahli Gizi

Benarkah Oat Milk Lebih Baik dari Susu Sapi? Ini Kata Para Ahli Gizi

Benarkah Oat milk lebih sehat dari susu sapi? ini penjelasannya (Foto: Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Oat milk atau susu oat kerap dipilih sebagai pengganti susu sapi karena dianggap lebih sehat dan ramah bagi mereka yang menghindari produk hewani.

Minuman nabati ini juga populer di kalangan pencinta gaya hidup sehat dan sering digunakan sebagai campuran kopi atau sarapan. Namun, di balik citra sehat tersebut, para ahli gizi justru mulai mengingatkan bahwa susu oat tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi kesehatan.

Selama ini, susu oat dipasarkan sebagai minuman tinggi serat dan diperkaya kalsium serta vitamin D yang baik untuk tulang.

Meski demikian, dari sudut pandang nutrisi, kandungan susu oat dinilai memiliki kelemahan, terutama jika dikonsumsi tanpa pertimbangan pola makan secara keseluruhan.

Ahli gizi Melissa Rifkin menilai, dibandingkan susu nabati lain seperti susu almond atau susu kedelai, susu oat cenderung mengandung karbohidrat dan gula tambahan yang lebih tinggi.

Selain itu, beberapa produk susu oat juga mengandung minyak tambahan untuk memperbaiki tekstur dan rasa.

“Oat milk latte bisa saja menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi secara nutrisi tidak lengkap jika dikonsumsi sendiri,” kata Rifkin seperti dikutip dari Independent UK.

Rifkin menjelaskan, susu oat relatif rendah protein dan lemak. Padahal, kedua nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah serta membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Kekurangan protein dan lemak membuat susu oat berpotensi memicu rasa lapar lebih cepat.

Pendapat serupa disampaikan ahli gizi Nour Zibdeh. Menurutnya, tingginya kandungan karbohidrat dalam susu oat dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih signifikan, terutama jika dikonsumsi pada pagi hari.

“Susu oat rendah protein dan lemak, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih parah,” ujarnya.

Ahli gizi Samantha Cassetty menambahkan, satu cangkir susu oat mengandung sekitar 16 gram karbohidrat, hampir setara dengan satu lembar roti. Bagi mereka yang sedang membatasi asupan karbohidrat, jumlah ini perlu diperhitungkan. “Jika sedang mengontrol karbohidrat, mungkin perlu memilih jenis susu lain yang lebih rendah karbohidrat,” kata Cassetty.

Pandangan lebih tegas datang dari Jessie Inchauspe, ahli biokimia asal Prancis yang dikenal dengan julukan Glucose Goddess. Ia menyebut susu oat sebagai “jus pati” yang dapat memicu lonjakan glukosa besar karena berasal dari biji-bijian kaya pati.

Meski begitu, para ahli sepakat susu oat tidak harus sepenuhnya dihindari. Konsumsinya sebaiknya diimbangi dengan makanan tinggi protein seperti telur atau yogurt, serta memilih produk tanpa tambahan gula. Sebagai alternatif, susu almond atau susu kedelai tanpa pemanis dinilai memiliki keseimbangan nutrisi yang lebih baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!