JAKARTA, NOVOX.ID - Pramugari sering terlihat rapi,
profesional, dan tersenyum ramah melayani penumpang yang naik pesawat setiap
harinya. Namun dibalik penampilan itu, mereka juga memiliki bahasa tubuh, kode,
dan cara unik “berbicara” satu sama lain tanpa penumpang tahu termasuk kode
rahasia untuk menandai penumpang tertentu atau situasi yang perlu
diperhatikan.
Hal ini bukan sekadar
gosip, tetapi bagian dari seni komunikasi kru kabin dalam menjaga keselamatan
dan kenyamanan penerbangan.
Dalam praktik kerja mereka, pramugari perlu menyampaikan
perhatian khusus tentang penumpang tertentu misalnya calon penumpang yang perlu
dipantau, potensi risiko keamanan kecil, atau sekadar situasi yang perlu
diantisipasi oleh kru lain.
Untuk itu, mereka menggunakan istilah-istilah terselubung yang terdengar biasa bagi penumpang atau bahkan lucu jika didengar di luar konteks kabin. Beberapa istilah tersebut sudah dikenal di kalangan kru penerbangan internasional sebagai bagian dari lingo industri yang membantu komunikasi cepat antar awak tanpa membuat penumpang khawatir atau panik.
Contohnya, dalam dunia pramugari internasional ada
istilah-istilah seperti “Hot Coffee” yang bisa digunakan secara santai
untuk menunjuk penumpang yang menarik perhatian kru tanpa mengeksposnya pada
penumpang lain. Ini merupakan cara halus untuk menunjukkan sesuatu tentang
penumpang tanpa menyebutkan namanya.
Lalu ada istilah “Bob” atau “Betty” yang
digunakan sebagai nama umum untuk merujuk pada penumpang tertentu agar tetap
menjaga privasi saat diskusi internal antar kru.
Beberapa kode lain juga populer di kalangan kru seperti “Gate
Lice” istilah yang digunakan untuk menyebut penumpang yang berdiri terlalu
dekat dengan pintu masuk pesawat atau antre terlalu awal sebelum dipanggil
bergiliran.
Ini membantu kru mengenali dan menyusun strategi pelayanan
agar boarding tetap tertib dan sesuai urutan. Bahkan istilah sekilas lucu
seperti “Landing Lips” bahkan mengacu pada kebiasaan tertentu yang
dilakukan kru sebelum mendarat, tetapi tetap menjadi bagian dari kosa kata
internal profesional mereka.
Kebiasaan menggunakan kode ini memiliki dua manfaat utama: mempertahankan profesionalisme dalam komunikasi antar kru tanpa membuat penumpang merasa canggung, dan menghindari kebingungan atau kepanikan dalam situasi yang butuh koordinasi cepat.
Komunikasi melalui kode juga memungkinkan pramugari saling
memberi tahu kondisi yang mungkin memerlukan perhatian ekstra, seperti
penumpang yang tampak kurang fit, orang tua yang kesulitan berjalan, atau
situasi anak yang mungkin butuh bantuan ekstra selama penerbangan.
Walaupun istilah-istilah ini terdengar agak lucu dan ringan,
mereka merupakan bagian dari profesionalisme dan pengalaman kerja kru kabin
yang menjalankan tugasnya setiap hari di udara.
Dari sekadar pemantauan keamanan hingga pelayanan ramah tamah, kemampuan pramugari untuk berkomunikasi dengan cepat dan efektif di balik layar termasuk lewat kode-kode unik memastikan setiap penerbangan berjalan aman, nyaman, dan sesuai standar pelayanan maskapai.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!