JAKARTA, NOVOX.ID – Ketombe dan psoriasis kulit
kepala sering kali terlihat serupa sehingga mudah disalahartikan oleh banyak
orang, terutama saat muncul gejala bersisik yang mengganggu dan rasa gatal pada
kulit kepala.
Padahal kedua kondisi ini memiliki penyebab, gejala, serta
pengobatan yang berbeda, sehingga penanganannya pun tidak sama. Perbedaan ini
penting dipahami agar seseorang tahu kapan perlu memakai obat antiketombe
biasa, atau justru perlu berkonsultasi ke dokter spesialis kulit.
Penyebab dan Mekanisme yang Berbeda
Pada kasus ketombe, penyebab utama adalah kondisi kulit
kepala yang mengelupas lebih cepat dari biasanya. Ketombe bisa dipicu oleh
meningkatnya populasi jamur Malassezia akibat penumpukan minyak di kulit
kepala, perubahan cuaca, stres, atau penggunaan produk perawatan rambut yang
tidak cocok. Ketombe biasanya dianggap sebagai masalah kulit kepala ringan dan
bukan penyakit serius.
Di sisi lain, psoriasis kulit kepala merupakan gangguan
autoimun kronis yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat. Akibatnya,
lapisan kulit kepala menumpuk dan membentuk plak tebal yang sering berwarna
kemerahan dan bersisik perak.
Psoriasis bukan disebabkan oleh jamur seperti ketombe, tetapi oleh kekeliruan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel kulit sendiri. Kondisi ini sering kali bersifat genetik dan bisa muncul di bagian tubuh lain seperti siku, lutut, atau punggung bawah.
Ciri-Ciri Gejala yang Membedakan
Sekilas, ketombe dan psoriasis sama-sama menimbulkan
serpihan kulit dan rasa gatal, tetapi ada karakteristik berbeda yang bisa
membantu membedakannya.
Pada ketombe, sisik yang muncul biasanya berukuran lebih
kecil dan lebih halus, berwarna putih atau kekuningan, dan mudah rontok.
Ketombe umumnya tidak menimbulkan luka atau bercak kemerahan yang signifikan di
kulit kepala.
Sementara itu, pada psoriasis kulit kepala, sisik yang
terlihat lebih tebal dan berlapis, sering kali disertai area kulit kepala yang
tampak merah, tebal, dan meradang.
Sebagian penderita juga bisa mengalami sensasi gatal parah,
perih, bahkan pembentukan plak yang dapat berdarah apabila digaruk berlebihan.
Psoriasis bisa tampak seperti bercak kulit yang menonjol, bukan sekadar
serpihan kecil yang jatuh ke bahu.
Dampak dan Perawatan yang Diperlukan
Karena sebabnya berbeda, cara menangani ketombe dan
psoriasis juga tidak sama. Ketombe biasanya bisa diatasi dengan sampo
antiketombe yang mengandung bahan seperti zinc pyrithione, ketoconazole, atau
selenium sulfida.
Perawatan rutin dan menjaga kebersihan kulit kepala umumnya cukup untuk mengurangi gejala.
Namun, psoriasis kulit kepala sering memerlukan perawatan
lebih intensif, termasuk obat oles yang diresepkan dokter untuk mengurangi
peradangan, terapi cahaya (phototherapy), atau bahkan obat yang bekerja
pada sistem kekebalan tubuh untuk kasus yang lebih parah.
Karena psoriasis merupakan kondisi kronis, terapi
jangka panjang sering kali perlu dilakukan untuk mengendalikan gejalanya.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Membedakan ketombe dari psoriasis sendiri bisa sulit hanya
dengan melihat gejala awal, terutama bila sisik dan gatal terlihat serupa. Jika
pengobatan anti-ketombe tidak memberikan hasil setelah beberapa minggu, atau
bila muncul area kulit yang meradang, plak keras, atau rasa sakit, sebaiknya
segera konsultasi dengan dokter kulit.
Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan perawatan yang
efektif dan mencegah kondisi kulit menjadi lebih parah.
Dengan memahami perbedaan ketombe dan psoriasis dari
penyebab hingga perawatan masyarakat bisa lebih waspada dan mendapatkan
penanganan yang sesuai, alih-alih hanya mengira semuanya sebagai masalah
“ketombe biasa”.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!