Ketombe dan Psoriasis: Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaannya

Ketombe dan Psoriasis: Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaannya

Ilustrasi ketombe dan psoriasis terutama psoriasis kulit kepala sekilas sama. (Foto : iStockphoto)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID – Ketombe dan psoriasis kulit kepala sering kali terlihat serupa sehingga mudah disalahartikan oleh banyak orang, terutama saat muncul gejala bersisik yang mengganggu dan rasa gatal pada kulit kepala.

Padahal kedua kondisi ini memiliki penyebab, gejala, serta pengobatan yang berbeda, sehingga penanganannya pun tidak sama. Perbedaan ini penting dipahami agar seseorang tahu kapan perlu memakai obat antiketombe biasa, atau justru perlu berkonsultasi ke dokter spesialis kulit.

Penyebab dan Mekanisme yang Berbeda

Pada kasus ketombe, penyebab utama adalah kondisi kulit kepala yang mengelupas lebih cepat dari biasanya. Ketombe bisa dipicu oleh meningkatnya populasi jamur Malassezia akibat penumpukan minyak di kulit kepala, perubahan cuaca, stres, atau penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok. Ketombe biasanya dianggap sebagai masalah kulit kepala ringan dan bukan penyakit serius.

Di sisi lain, psoriasis kulit kepala merupakan gangguan autoimun kronis yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat. Akibatnya, lapisan kulit kepala menumpuk dan membentuk plak tebal yang sering berwarna kemerahan dan bersisik perak.

Psoriasis bukan disebabkan oleh jamur seperti ketombe, tetapi oleh kekeliruan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel kulit sendiri. Kondisi ini sering kali bersifat genetik dan bisa muncul di bagian tubuh lain seperti siku, lutut, atau punggung bawah.

Ciri-Ciri Gejala yang Membedakan

Sekilas, ketombe dan psoriasis sama-sama menimbulkan serpihan kulit dan rasa gatal, tetapi ada karakteristik berbeda yang bisa membantu membedakannya.

Pada ketombe, sisik yang muncul biasanya berukuran lebih kecil dan lebih halus, berwarna putih atau kekuningan, dan mudah rontok. Ketombe umumnya tidak menimbulkan luka atau bercak kemerahan yang signifikan di kulit kepala.

Sementara itu, pada psoriasis kulit kepala, sisik yang terlihat lebih tebal dan berlapis, sering kali disertai area kulit kepala yang tampak merah, tebal, dan meradang.

Sebagian penderita juga bisa mengalami sensasi gatal parah, perih, bahkan pembentukan plak yang dapat berdarah apabila digaruk berlebihan. Psoriasis bisa tampak seperti bercak kulit yang menonjol, bukan sekadar serpihan kecil yang jatuh ke bahu.

Dampak dan Perawatan yang Diperlukan

Karena sebabnya berbeda, cara menangani ketombe dan psoriasis juga tidak sama. Ketombe biasanya bisa diatasi dengan sampo antiketombe yang mengandung bahan seperti zinc pyrithione, ketoconazole, atau selenium sulfida.

Perawatan rutin dan menjaga kebersihan kulit kepala umumnya cukup untuk mengurangi gejala.

Namun, psoriasis kulit kepala sering memerlukan perawatan lebih intensif, termasuk obat oles yang diresepkan dokter untuk mengurangi peradangan, terapi cahaya (phototherapy), atau bahkan obat yang bekerja pada sistem kekebalan tubuh untuk kasus yang lebih parah.

Karena psoriasis merupakan kondisi kronis, terapi jangka panjang sering kali perlu dilakukan untuk mengendalikan gejalanya.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Membedakan ketombe dari psoriasis sendiri bisa sulit hanya dengan melihat gejala awal, terutama bila sisik dan gatal terlihat serupa. Jika pengobatan anti-ketombe tidak memberikan hasil setelah beberapa minggu, atau bila muncul area kulit yang meradang, plak keras, atau rasa sakit, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kulit.

Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan perawatan yang efektif dan mencegah kondisi kulit menjadi lebih parah.

Dengan memahami perbedaan ketombe dan psoriasis dari penyebab hingga perawatan masyarakat bisa lebih waspada dan mendapatkan penanganan yang sesuai, alih-alih hanya mengira semuanya sebagai masalah “ketombe biasa”. 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!