Menteri Kesehatan RI: Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Memicu Penyakit Serius

Menteri Kesehatan RI: Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Memicu Penyakit Serius

Ilustrasi gula (foto: pinterest/Food talk)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Tingginya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia kembali menyoroti pentingnya pengendalian konsumsi gula di masyarakat. Salah satu kebiasaan yang dinilai berkontribusi adalah konsumsi minuman kemasan manis, yang kerap dianggap praktis dan aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menilai minuman kemasan bergula masih menjadi pilihan umum masyarakat. Padahal, kadar gula dalam satu botol minuman sering kali mendekati batas maksimum konsumsi gula harian bagi orang dewasa.

“Rata-rata minuman kemasan manis mengandung sekitar 20 hingga 35 gram gula,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Kamis 22 Januari 2026.

Ia mengingatkan bahwa batas konsumsi gula harian orang dewasa hanya sekitar 50 gram.

Dengan demikian, satu botol minuman manis saja hampir memenuhi setengah dari batas konsumsi gula harian. Risiko kesehatan pun meningkat apabila asupan tersebut masih ditambah dengan gula dari makanan dan minuman lain sepanjang hari.

Selain itu, Budi menyoroti masih banyak masyarakat yang keliru menganggap jus kemasan sebagai minuman sehat. Faktanya, kandungan gula dalam jus kemasan sering kali lebih tinggi dibandingkan gula alami dari buah yang digunakan.

“Penumpukan gula dalam tubuh dapat memicu diabetes, yang sering menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diabetes kerap berkembang menjadi gangguan ginjal yang pada tahap lanjut memerlukan tindakan cuci darah. Bahkan, komplikasi penyakit ginjal disebut sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sebagai upaya pencegahan, Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk lebih aktif memeriksakan kondisi kesehatannya, salah satunya melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas.

“Jangan menunggu hingga gangguan ginjal terjadi,” kata Budi.

Menurutnya, pemeriksaan dini penting untuk mengetahui kadar gula darah sebelum muncul komplikasi lanjutan.

Budi juga menekankan bahwa masyarakat berusia 40 tahun ke atas perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit metabolik. Apabila hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan risiko tinggi, pemeriksaan lanjutan disarankan untuk memastikan kondisi ginjal.

“Jika sudah berusia di atas 40 tahun dan hasil cek gula darah menunjukkan risiko, sebaiknya segera melanjutkan pemeriksaan tahap berikutnya untuk mengetahui kondisi ginjal secara lebih mendalam,” tutupnya.




Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!