JAKARTA, NOVOX.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan sementara distribusi dua bets susu formula bayi menyusul isu cemaran toksin cereulide yang sebelumnya mendorong penarikan produk Nestlé di puluhan negara.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian, meskipun hasil pengujian BPOM menyatakan produk tersebut aman dan tidak terdeteksi mengandung toksin berbahaya.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, berdasarkan penelusuran pihaknya, terdapat dua bets susu formula bayi yang diimpor ke Indonesia dan masuk dalam daftar potensi terdampak. Produk tersebut adalah Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1.
“Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi dengan batas kuantifikasi kurang dari 0,20 mikrogram per kilogram,” ujar Taruna dalam keterangan resminya, Rabu 14 Januari 2026.
Taruna menegaskan, Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang memberlakukan penarikan produk secara masif. Meski demikian, BPOM tetap meminta penghentian distribusi sementara sebagai langkah antisipatif untuk melindungi konsumen, khususnya bayi dan balita yang merupakan kelompok rentan.
Nestlé Indonesia melalui pernyataan resmi menyatakan telah melakukan pengujian internal terhadap dua bets tersebut dan hasilnya sejalan dengan temuan BPOM.
“Kedua bets yang berpotensi terdampak telah diuji dan tidak terdeteksi adanya cereulide,” tulis Nestlé Indonesia.
Kendati dinyatakan aman, Nestlé Indonesia memutuskan menghentikan distribusi dan impor sementara serta melakukan penarikan sukarela terhadap dua bets tersebut. Langkah ini, menurut Nestlé, merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap standar keamanan pangan dan perlindungan konsumen.
Mengenal Food Genomics dan Nutrigenomics, Ilmu yang Mengungkap Pengaruh Gen terhadap Pola Makan
“Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Nestlé juga mengimbau konsumen yang telah memiliki produk Wyeth S-26 Promil Gold pHPro dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia guna mendapatkan informasi dan tindak lanjut.
Sementara itu, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa toksin cereulide merupakan racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan bersifat tahan panas, sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui proses pemanasan biasa. Paparan cereulide dapat memicu gejala dalam waktu singkat, mulai dari 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, dengan keluhan seperti muntah hebat, diare, dan kelesuan.
Sebelumnya, Nestlé diketahui telah menarik sejumlah produk susu formula bayi di 49 negara, termasuk merek SMA, BEBA, dan NAN, sejak Desember 2025. Penarikan tersebut dilakukan di kawasan Eropa, Turki, dan Argentina karena dugaan kontaminasi cereulide.
BPOM mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta memastikan hanya membeli produk pangan yang terdaftar resmi dan memantau informasi dari kanal resmi pemerintah dan produsen.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!