JAKARTA< NOVOX.ID - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap puncak flu musiman di Jakarta yang biasanya muncul dalam dua periode setiap tahun, yakni pada Februari–Maret serta Oktober–November 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, mengatakan pola tersebut cenderung berulang dan menjadi acuan dalam memperkuat langkah pencegahan pada waktu-waktu tertentu. Hal itu disampaikannya, dikutip NOVOX.ID dari Antara di Jakarta, Senin 26 Januari 2026.
Menurut Sri, musim hujan dan masa peralihan cuaca turut berkontribusi pada peningkatan kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kelembapan udara yang tinggi membuat droplet dari batuk, bersin, atau berbicara bertahan lebih lama di udara. Di sisi lain, aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di ruang tertutup dengan ventilasi kurang memadai meningkatkan risiko penularan.
Perubahan suhu yang cukup ekstrem juga dinilai dapat memengaruhi sensitivitas saluran pernapasan. Oleh karena itu, Sri menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh, memastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Terkait perkembangan kasus influenza A di Jakarta, data Sistem All Record Kementerian Kesehatan mencatat pada Januari 2026 ditemukan satu kasus positif Influenza A subtipe H1 dan dua kasus positif subtipe H3 dari total 43 sampel yang diperiksa.
Sebagai perbandingan, pada dua pekan pertama Januari 2025, dari 11 sampel yang diuji, teridentifikasi empat kasus Influenza A H1 dan satu kasus Influenza B Victoria, sementara enam sampel lainnya dinyatakan negatif.
Sri menjelaskan, data tersebut menunjukkan bahwa kasus influenza bersifat dinamis dan terus dipantau melalui sistem surveilans secara berkala.
Sementara itu, hingga 1 Januari 2026, Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus Influenza A H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai superflu di wilayah Jakarta.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah. Sri mengingatkan agar warga tetap tenang namun waspada dengan menerapkan langkah pencegahan, termasuk konsisten menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.
Adapun jumlah kasus ISPA di Jakarta berdasarkan data Desember 2025 tercatat mencapai 216.312 kasus.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!