JAKARTA, NOVOX.ID - Paparan layar gawai seperti smartphone, tablet, dan televisi yang tinggi pada anak usia dini kini menjadi perhatian orang tua dan pakar perkembangan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa terlalu
banyak waktu di depan layar dapat berkaitan erat dengan penurunan
kemampuan berbahasa dan perkembangan bahasa pada si kecil, terutama pada usia
di mana kemampuan komunikasi seharusnya berkembang pesat.
Dampak Screen Time pada Perkembangan Bahasa
Keadaan ini bukan sekadar kekhawatiran semata. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa screen time yang tinggi terutama lebih dari satu atau dua jam per hari berkaitan dengan skor perkembangan bahasa yang lebih rendah pada balita.
Penelitian besar yang memantau lebih dari 31.000 anak menemukan bahwa durasi screen time satu jam atau lebih per hari berkaitan dengan kesulitan dalam pemahaman dan ekspresi bahasa dibandingkan anak yang memiliki waktu layar terbatas.
Meta-analisis lain juga membuktikan bahwa screen time meningkatkan risiko gangguan bahasa dan kemampuan bicara lebih lambat dibandingkan anak yang tidak atau sedikit menggunakan layar.
Secara statistik,
risiko terjadi hambatan perkembangan bahasa 2,5–2,7 kali lebih tinggi pada anak
yang terpapar layar berlebihan dibandingkan anak dengan sedikit atau tanpa
screen time.
Mengapa Screen Time Menyebabkan Hambatan Bahasa?
Para peneliti menduga beberapa mekanisme yang mendasari hubungan ini. Salah satunya adalah bahwa screen time sering mengurangi waktu interaksi verbal nyata antara anak dan pengasuh atau orang tua yakni saat anak mengalami dialog langsung, membaca bersama, atau bertanya-jawab.
Aktivitas tersebut merupakan momen pembelajaran bahasa yang paling penting pada usia dini. Ketika waktu itu diganti dengan menatap layar, anak kehilangan kesempatan berlatih berbicara dan memproses bahasa secara aktif.
Selain itu, meskipun konten edukatif bisa memberikan manfaat
tertentu, konten pasif tanpa keterlibatan orang tua cenderung kurang efektif
dalam membangun kemampuan berbahasa dibandingkan kegiatan interaktif seperti
membaca buku atau bermain bicara langsung.
Saran Untuk Orang Tua dan Pengasuh
Pakar perkembangan anak menyarankan batasan screen time yang
aman dan penggunaan teknologi dengan bijak. Misalnya, akan lebih baik bila anak
di bawah usia 18 bulan tidak terpapar layar sama sekali, dan untuk anak di atas
usia tersebut screen time sebaiknya dibatasi dan dilakukan bersama orang tua
atau pengasuh, sehingga tetap ada interaksi yang merangsang bahasa.
Orang tua juga dianjurkan memaksimalkan waktu membaca
bersama, berdialog, bermain kreatif, serta aktivitas fisik, yang semua dikenal
memperkuat keterampilan bahasa anak. Kombinasi rutinitas harian yang seimbang
ini dapat membantu mengurangi efek negatif dari paparan layar yang terlalu
lama.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!