JAKARTA, NOVOX.ID – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis ternyata memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar risiko obesitas dan diabetes. Tidak banyak disadari, konsumsi minuman dengan gula tambahan juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan tulang aspek yang sering terlupakan oleh masyarakat umum.
Baca juga: Olahraga Jalan Kaki Bukan Untuk Pemula? berikut Penjelasan Medis
Menurut pakar kesehatan, kadar gula yang tinggi dalam
minuman manis dapat berdampak negatif pada metabolisme tulang jika dikonsumsi
secara berlebihan dan dalam jangka panjang. Kandungan gula dalam minuman
seperti soda, minuman bersoda berperisa, teh atau kopi manis, serta minuman
berenergi seringkali membuat tubuh berada dalam kondisi kelebihan gula yang
mendorong sejumlah proses fisiologis tidak ideal.
Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan hubungan negatif antara konsumsi sugar-sweetened beverages (SSB) dengan kesehatan tulang. Dalam meta-analisis yang melibatkan puluhan studi dan lebih dari 100 ribu orang, ditemukan bahwa konsumsi minuman bergula secara signifikan berhubungan dengan penurunan kepadatan mineral tulang (BMD) pada orang dewasa. Artinya semakin sering seseorang mengonsumsi minuman manis, semakin besar kemungkinan kepadatan tulang mereka berkurang suatu faktor penting yang berkaitan dengan risiko patah tulang dan osteoporosis di kemudian hari.
Baca juga: Hati-Hati! Ini Tandanya Jika Tubuh Kamu Kekurangan Protein
Para ahli menduga beberapa mekanisme di balik efek ini.
Kandungan gula yang tinggi dapat mempengaruhi penyerapan serta metabolisme
kalsium, mineral utama yang dibutuhkan untuk tulang yang kuat. Selain itu,
minuman bergula sering kali mengandung zat tambahan seperti fosfor dalam
minuman bersoda, yang dapat mengganggu keseimbangan mineral penting dalam
tubuh. Kombinasi gula, asam, dan bahkan kafein dalam beberapa minuman juga
turut berpotensi mengurangi penyerapan kalsium dari makanan sehari-hari.
Masalah ini tidak hanya relevan bagi orang dewasa.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa remaja dan anak muda yang rutin
mengonsumsi minuman bergula cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih
rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Ini penting karena usia
remaja adalah periode penting untuk pembentukan massa tulang puncak, yang akan
menentukan kesehatan tulang di masa dewasa dan tua.
Dokter dan ahli gizi pun menyarankan beberapa langkah
pencegahan sederhana namun efektif. Mengurangi frekuensi konsumsi minuman
bergula, menggantinya dengan air putih, teh tanpa gula, atau susu rendah lemak
dapat membantu menjaga asupan gula tetap terkendali sekaligus memastikan tubuh
mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D yang mendukung kesehatan tulang.
Aktivitas fisik teratur, terutama latihan beban yang merangsang pertumbuhan
tulang, juga dianjurkan.
Kesimpulannya, minuman manis tidak hanya berpengaruh terhadap berat badan dan gula darah, tetapi juga memiliki dampak yang kurang disadari pada kesehatan tulang. Untuk mencegah risiko jangka panjang seperti osteoporosis atau patah tulang, penting bagi masyarakat untuk mengevaluasi kebiasaan minuman mereka dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat sejak dini.
Baca juga: Hati-Hati! Ini Tandanya Jika Tubuh Kamu Kekurangan Protein
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!