JAKARTA, NOVOX.ID - Bagi banyak penumpang, secangkir
kopi panas saat terbang menjadi momen kecil yang menyenangkan di ketinggian.
Namun, risiko di balik secangkir hangat itu kerap luput dari perhatian, karena
air yang digunakan untuk menyeduh kopi, teh, atau bahkan air putih di pesawat
bisa tidak sebersih yang diperkirakan penumpang.
Air yang digunakan dalam pesawat bukan berasal langsung dari
sumber bersih seperti air kemasan, melainkan dari tangki air internal pesawat
yang diisi sebelum penerbangan. Tangki ini sering kali tidak dibersihkan secara
menyeluruh di antara penerbangan, sehingga peningkatan jumlah bakteri dan
kontaminan dapat terjadi jika perawatan tidak optimal. Hal ini membuat beberapa
ahli dan penerbangan sendiri menjadi lebih berhati-hari terkait konsumsi
minuman yang dibuat menggunakan air tersebut.
Studi independen dan laporan dari awak kabin di berbagai maskapai bahkan menunjukkan bahwa banyak penumpang dan kru sendiri menghindari minum kopi atau teh yang dibuat dengan air dari tangki pesawat, bukan tidak beralasan. Permasalahan seperti biofilm (lapisan bakteri yang menempel di dinding tangki dan pipa), serta kontaminan seperti coliform dan E. coli, pada beberapa maskapai ditemukan dalam pengujian kualitas air pesawat, menunjukkan bahwa standar kebersihan air di pesawat mungkin belum selalu optimal.
Selain risiko mikrobiologis, faktor lingkungan kabin pun
memperburuk potensi risiko kesehatan. Udara kabin yang sangat kering dapat
membuat tubuh dehidrasi lebih cepat, sehingga konsumsi kopi yang mengandung
kafein yang bersifat diuretik ringan dapat mempercepat keluarnya cairan tubuh
dan membuat penumpang semakin haus. Kondisi ini dapat menambah ketidaknyamanan,
terutama pada penerbangan panjang.
Lebih jauh lagi, banyak ahli kesehatan merekomendasikan agar
penumpang mengutamakan air kemasan segel yang dibeli di bandara atau dibawa
sendiri daripada mengonsumsi minuman panas yang dibuat dari air onboard. Ini
tidak hanya berlaku untuk kopi dan teh, tetapi juga air putih yang tersedia di
kran pesawat.
Selain itu, jika kamu ingin tetap terhidrasi selama penerbangan, sebaiknya imbangi konsumsi kafein dengan minum air mineral yang aman dan memiliki segel jelas. Menjaga asupan cairan penting di udara kabin yang kering dapat membantu mengurangi efek samping seperti pusing, mulut kering, dan kelelahan yang sering muncul saat terbang.
Penting juga dicatat bahwa standar kualitas air pesawat
berada di bawah aturan tertentu, seperti Aircraft Drinking Water Rule di
Amerika Serikat, yang mengatur pengujian dan disinfeksi tangki, namun tidak
semua maskapai selalu mematuhi atau diuji secara konsisten.
Dengan semua temuan dan rekomendasi ini, para ahli perjalanan menyarankan penumpang lebih hati-hati saat memesan kopi atau minuman panas di atas pesawat, terutama jika kamu memiliki sistem kekebalan yang lebih sensitif. Alternatif terbaik tentu tetap minuman kemasan yang segel dan menyeimbangkan konsumsi kafein dengan asupan air putih yang aman selama penerbangan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!