Waspada Merendam Teh Celup Terlalu Lama: Penjelasan Dokter dan Risiko Kesehatan

Waspada Merendam Teh Celup Terlalu Lama: Penjelasan Dokter dan Risiko Kesehatan

Ilustrasi. Teh celup (Foto : Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID – Teh celup menjadi minuman favorit banyak orang karena penyajiannya yang praktis; cukup dengan air panas, kantong teh siap menghasilkan minuman hangat. Namun, tren yang berkembang di kalangan penikmat teh justru merendam teh celup terlalu lama, bahkan dibiarkan berjam-jam atau semalaman, demi mendapatkan rasa lebih pekat. Menurut dokter spesialis gizi, kebiasaan ini tidak boleh dianggap sepele karena potensi risiko kesehatan yang mengintai.

Risiko Bahan Kantong Teh dan Mikroplastik

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa batas waktu konsumsi teh yang aman sangat dipengaruhi oleh bahan kantong teh, cara penyeduhan, serta lamanya teh dibiarkan sebelum diminum. Meski teh celup tampak sederhana, bahan kantongnya bisa berbeda-beda, di antaranya kantong yang berbahan plastik seperti nilon atau polipropilena dan bahan berbasis kertas.

Menurut Johanes, jika kantong teh berbahan plastik dibiarkan terlalu lama dalam air panas, partikel mikroplastik berpotensi terlepas ke dalam minuman. Mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat memicu peradangan, gangguan saluran cerna, hingga kerusakan DNA pada sel-sel tubuh yang bersifat jangka panjang dan dikaitkan dengan risiko penyakit serius seperti kanker.


Kualitas Daun Teh dan Risiko Kontaminasi

Tak hanya itu, dokter juga menyoroti kualitas daun teh yang digunakan dalam teh celup. Umumnya, teh celup berisi daun teh yang sudah dihancurkan halus dengan kualitas lebih rendah dibanding teh daun utuh. Proses ini membuat kandungan antioksidan dan minyak esensial berkurang sehingga manfaatnya terhadap kesehatan tidak seoptimal teh kualitas premium. Selain itu, teh celup berkualitas rendah juga berpotensi mengandung residu pestisida atau kontaminan lain, yang jika direndam terlalu lama dapat meningkatkan paparan zat-zat tersebut.

Selain itu, beberapa kantong teh berbahan kertas mengandung zat pemutih (bleaching agents). Ketika terkena air panas dalam waktu lama, senyawa kimia ini bisa larut ke dalam air teh, sehingga turut bercampur ke dalam minuman tanpa disadari.

Risiko Bakteri dan Keamanan Pangan

Johanes juga menekankan bahwa teh yang sudah diseduh dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lain. Dalam kondisi tertentu, teh yang dibiarkan semalaman menunjukkan tanda-tanda kontaminasi, seperti munculnya lapisan minyak di permukaan. Teh kontaminasi ini jika tetap diminum berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, dan masalah lainnya, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh sensitif.

Saran Dokter untuk Konsumsi Teh yang Aman

Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, dokter menyarankan teh celup sebaiknya diminum segera setelah diseduh, atau jika belum habis, simpan di kulkas dalam wadah tertutup, dan konsumsi dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah penyeduhan. Hindari membiarkan teh terlalu lama di suhu ruangan karena kualitas dan keamanan minuman akan menurun.

Selain itu, pemilihan teh celup dengan bahan kantong tanpa plastik dan zat pemutih yang tidak berbahaya, serta memperhatikan cara penyimpanan yang baik dapat membantu meminimalkan risiko kesehatan. Kesadaran terhadap cara menyeduh dan menyajikan teh celup yang benar tidak hanya meningkatkan kualitas rasa, tetapi juga mendukung konsumsi yang lebih aman secara kesehatan.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!