Gula Merah & Diabetes: Penjelasan Medis soal Keamanan dan Risiko

Gula Merah & Diabetes: Penjelasan Medis soal Keamanan dan Risiko

Ilustrasi. Gula merah apakah aman untuk penderita diabetes. (Foto : Istockphoto)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Banyak orang percaya bahwa gula merah lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dibandingkan gula putih karena warnanya yang lebih gelap dan dipandang “lebih alami”.

Namun, pakar kesehatan menegaskan bahwa anggapan ini perlu diluruskan dari sudut pandang medis, baik gula merah maupun gula putih sama-sama dapat memengaruhi kadar gula darah penderita diabetes jika dikonsumsi tanpa kontrol.

Gula merah pada dasarnya adalah bentuk gula yang diperoleh dari nira atau tebu yang dimasak hingga mengental. Warnanya yang cokelat gelap berasal dari kandungan molase  zat pekat residu pembuatan gula yang memberi sedikit perbedaan rasa dan nutrisi mikro dibandingkan gula putih biasa.

Namun dalam konteks diabetes, kedua jenis gula ini memiliki komponen sukrosa yang serupa sehingga efeknya terhadap gula darah hampir tidak berbeda signifikan. begitulah penjelasan medis yang ditekankan oleh ahli kesehatan.

Meskipun gula merah terkadang diklaim memiliki sedikit mineral tambahan seperti kalium atau zat besi dibandingkan gula putih, kandungan gizi tersebut tidak cukup signifikan untuk memberi dampak kesehatan yang besar bagi penderita diabetes. Artinya, gula merah tetap bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat jika dikonsumsi berlebihan oleh para penderita diabetes melitus.

Menurut Para Ahli Kesehatan

Menurut Halodoc, kunci utama bagi penderita diabetes bukanlah memilih salah satu jenis gula tertentu, tetapi membatasi total asupan gula dan karbohidrat secara keseluruhan dalam diet harian mereka.

Gula dalam jumlah kecil masih bisa dimasukkan ke dalam rencana makan penderita diabetes, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian kecil dalam pola makan yang seimbang dan dalam jumlah yang sangat terbatas.

Organisasi kesehatan internasional juga merekomendasikan agar semua orang terutama penderita diabetes membatasi konsumsi gula tambahan dan memilih sumber karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah seperti sayuran, biji-bijian utuh, dan buah-buahan berserat tinggi.

Langkah ini membantu menjaga kestabilan gula darah serta menurunkan risiko komplikasi kronis yang sering terjadi pada diabetes seperti neuropati, retinopati, dan gangguan kardiovaskular.

Pada akhirnya, apakah gula merah “lebih aman”? Jawaban medisnya adalah tidak berarti bebas dari risiko. Bagi pasien diabetes, penting untuk memantau kadar gula darah secara teratur, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, dan memprioritaskan pola makan seimbang daripada sekadar mengganti satu jenis gula dengan yang lain.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!