Ingin Kurus dan Sehat Tanpa Tersiksa? Ini Strategi Diet yang Disarankan Dokter Dunia

Ingin Kurus dan Sehat Tanpa Tersiksa? Ini Strategi Diet yang Disarankan Dokter Dunia

Ilustrasi diet (Foto: Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Keinginan untuk memulai pola makan yang lebih sehat kerap muncul setelah musim liburan, ketika konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam sulit dihindari.

Namun, banyak orang justru merasa kewalahan karena mencoba mengubah semuanya secara drastis dalam waktu singkat. Alih-alih berhasil, pendekatan ekstrem ini sering berakhir dengan kegagalan dan rasa frustrasi.

Sejumlah ahli nutrisi menegaskan bahwa kunci diet yang berkelanjutan bukanlah perubahan besar yang mendadak, melainkan langkah kecil yang konsisten dan realistis.

Dokter spesialis nutrisi dan penyakit dalam, dr. Melina Jampolis, menilai pola pikir “semua atau tidak sama sekali” menjadi penyebab utama diet sulit bertahan lama.

Menurutnya, kesalahan kecil dalam pola makan seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menyerah total. Perubahan sederhana yang dilakukan terus-menerus justru memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Pandangan serupa disampaikan dr. Janese Laster yang menyarankan agar perubahan pola makan dilakukan satu langkah demi satu langkah, sehingga tubuh dan kebiasaan bisa beradaptasi secara alami tanpa tekanan berlebihan.

Dalam praktiknya, para ahli menyarankan masyarakat untuk mulai memperbanyak konsumsi makanan alami seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan. Kedua jenis makanan ini kaya akan serat, protein nabati, magnesium, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, pencernaan, dan fungsi otak.

Sayuran hijau juga rendah kalori namun berperan penting dalam menurunkan risiko diabetes serta menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

Pendekatan diet juga dianjurkan untuk lebih berfokus pada penambahan makanan bergizi, bukan semata-mata melarang makanan favorit. Dengan menargetkan hal sederhana seperti menambahkan satu porsi sayur dalam menu sarapan, proses diet menjadi lebih mudah dijalani tanpa rasa bersalah.

Prinsip “makan pelangi” turut dianjurkan dengan mengisi piring menggunakan beragam warna alami dari buah, sayur, biji-bijian utuh, ikan, dan protein tanpa lemak, karena setiap warna mencerminkan kandungan nutrisi yang berbeda.

Selain itu, keseimbangan antara natrium dan kalium dinilai lebih penting dibanding hanya mengurangi garam. Konsumsi makanan seperti pisang, kentang, kacang putih, dan yogurt rendah lemak membantu menjaga keseimbangan elektrolit serta kesehatan pembuluh darah.

Pola makan berbasis tanaman juga terbukti menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kanker, terutama jika disertai perencanaan menu dan persiapan makanan sejak awal minggu.

Para ahli menegaskan bahwa pola makan sehat bukan sekadar soal berat badan, melainkan juga berpengaruh pada imunitas, kesehatan otak, suasana hati, hingga fungsi kognitif jangka panjang.

Secara keseluruhan, diet yang berhasil adalah diet yang fleksibel, bertahap, dan selaras dengan kebutuhan tubuh, bukan pantangan ketat yang sulit dipertahankan.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!