Kenapa Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ini Tips Ahli Agar Bertahan Sepanjang Tahun

Kenapa Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ini Tips Ahli Agar Bertahan Sepanjang Tahun

Ilustrasi ketika gagal (Foto: Pinterest/jobedu))

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Memasuki Tahun Baru, pesan “Tahun Baru, Diri Baru” kembali ramai digaungkan. Media sosial dipenuhi unggahan resolusi, mulai dari niat hidup lebih sehat, menata keuangan, hingga mengubah arah karier.

Namun kenyataannya, banyak resolusi hanya bertahan beberapa minggu sebelum akhirnya ditinggalkan. Para ahli menilai, kegagalan tersebut bukan soal kurangnya niat, melainkan cara menetapkan tujuan yang keliru.

Dr Claire Kaye, seorang confidence coach, menyebut banyak orang menetapkan resolusi yang terlalu besar dan tidak realistis. Target seperti “menurunkan berat badan” atau “mengubah hidup” sering kali berubah menjadi tekanan bagi diri sendiri.“Resolusi sering gagal karena tidak jelas, tidak realistis, dan terlalu luas,” ujarnya.

Baca juga: Curhat ke AI Jadi Tren di Kalangan Anak Muda, Ini Kata Psikolog

Ia menyarankan agar tujuan ditulis sebagai arah dan pengalaman, bukan sekadar titik akhir. Misalnya, alih-alih menargetkan berat badan, fokus pada keinginan “merasa lebih berenergi dan nyaman dengan tubuh sendiri.”

Psikolog Kimberly Wilson juga mengingatkan pentingnya menghindari bahasa yang kaku dalam resolusi. Kata-kata seperti “selalu” dan “tidak pernah” dinilai menciptakan pola pikir serba sempurna yang sulit dijalani.

“Jika orang merasa gagal satu hari, mereka menganggap semuanya sia-sia,” kata Wilson, melansir dari podcast BBC "What’s Up Doc".

Ia menekankan bahwa satu kesalahan kecil tidak seharusnya menghapus seluruh upaya yang telah dilakukan.

Baca juga: Berikut 8 Tips Untuk Kamu Yang Mudah Lelah dan Ngantuk

Menurut Wilson, banyak orang membuat rencana untuk versi terbaik dari diri mereka sendiri, tanpa memperhitungkan kemungkinan kambuh. “Ketekunan lebih penting daripada kesempurnaan,” ujarnya.

Dr Kaye menambahkan bahwa saat gagal, respons terbaik adalah rasa ingin tahu, bukan kritik diri. “Tujuannya bukan menjadi sempurna, tapi menghindari satu momen yang berujung pada kegagalan total,” katanya.

Ahli karier Emma Jefferys menyarankan teknik habit stacking, yakni menyelipkan kebiasaan baru ke rutinitas yang sudah ada. “Kebiasaan baru ditumpangkan pada rutinitas harian, bukan menambah daftar tugas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk resolusi finansial, Tom Francis dari Octopus Money menyarankan agar tujuan menabung dikaitkan dengan hal positif. “Menabung terasa lebih bermakna jika punya tujuan jelas, seperti liburan atau dana darurat,” ujarnya.

Baca juga: Olahraga Jalan Kaki Bukan Untuk Pemula? berikut Penjelasan Medis

Para ahli sepakat, resolusi Tahun Baru akan lebih bertahan jika dibuat sederhana, fleksibel, dan penuh makna.

Alih-alih mengejar perubahan besar dalam waktu singkat, langkah kecil yang konsisten justru dinilai lebih mampu membawa perubahan nyata sepanjang tahun.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!