JAKARTA, NOVOX.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI)
bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menggelar pertemuan
penting dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di Gedung BEI,
Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).
Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari dialog antara
Regulator Pasar Modal Indonesia dan penyedia indeks global tersebut untuk
memperkuat transparansi dan daya tarik pasar modal dalam kancah investasi
global.
Dalam pertemuan tadi, kedua lembaga memaparkan tiga rencana
aksi strategis yang menjadi fokus untuk meningkatkan integritas dan
transparansi pasar modal Indonesia.
Aksi-aksi ini ditujukan untuk menjawab sejumlah perhatian
utama yang disampaikan oleh MSCI, terutama terkait keterbukaan informasi
pemegang saham, granularitas data investor, serta penyesuaian aturan free
float saham.
Rencana aksi pertama adalah tentang pengungkapan informasi
pemegang saham yang memiliki kepemilikan di atas 1%. Identifikasi yang lebih
rinci terhadap pemegang saham utama ini dianggap penting oleh MSCI untuk
meningkatkan keterbukaan struktur kepemilikan saham di pasar modal.
Dengan informasi ini, investor global dapat lebih memahami siapa saja pemilik saham besar dalam suatu emiten, yang dapat membantu menilai risiko dan peluang investasi.
Kedua, BEI dan KSEI juga mempresentasikan rencana untuk meningkatkan
granularitas data investor melalui klasifikasi SID (Single Investor
Identification) yang lebih rinci.
Rencana ini mencakup perluasan kategori investor dari
sembilan tipe utama menjadi hingga 27 sub-tipe, sehingga data kepemilikan dan
perilaku investor dapat dianalisis dengan lebih akurat di berbagai segmen.
Hal ini dianggap dapat memperkuat transparansi ultimate
beneficial ownership dan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai
komposisi investor di pasar modal.
Ketiga, rencana aksi yang dipaparkan juga mencakup progres
implementasi dari Peraturan I-A tentang pencatatan saham, yang mensyaratkan
peningkatan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% secara
bertahap.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia, serta menyelaraskan standar pasar modal domestik dengan praktik global yang lebih luas.
Peningkatan free float ini juga dimaksudkan agar
saham Indonesia lebih menarik bagi indeks global seperti MSCI, yang memerlukan
likuiditas yang memadai agar bisa masuk ke dalam perhitungan indeks global
mereka.
Selain memaparkan tiga rencana aksi tersebut, BEI juga siap
meluncurkan “shareholders concentration list” daftar saham yang memiliki
konsentrasi pemegang saham tinggi suatu langkah yang sudah diterapkan di bursa
saham global lainnya seperti di Hong Kong.
Penerbitan daftar ini menjadi bagian dari upaya untuk
meningkatkan keterbukaan informasi dan tata kelola pasar modal Indonesia secara
berkelanjutan.
Pertemuan dengan MSCI ini menggambarkan komitmen pasar modal
Indonesia untuk terus berbenah sesuai standar internasional, sekaligus
menunjukkan kesiapan otoritas dan lembaga pasar modal untuk beradaptasi dengan
dinamika global.
Dengan tiga rencana aksi tersebut, diharapkan daya tarik
pasar modal Indonesia semakin meningkat di mata investor asing dan domestik,
sekaligus memperkuat posisi pasar modal Tanah Air di tengah persaingan global.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!