JAKARTA, NOVOX.ID – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tengah memfinalisasi rencana merger tiga anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing di sektor hilir energi.
Proses konsolidasi ini sudah memasuki tahap akhir dan
diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Dalam pernyataannya kepada media, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa penggabungan ketiga entitas anak usaha tersebut yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Bertujuan menyederhanakan struktur
bisnis hilir Pertamina dan memperkuat koordinasi operasional di tiga lini
utama: pemasaran dan distribusi bahan bakar, kilang dan pengolahan, serta
logistik laut.
Menurut Rosan, langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah melalui Danantara yang ingin merampingkan struktur BUMN untuk menciptakan efisiensi skala besar (economies of scale) serta memperkuat ketahanan energi nasional.
"Proses merger ini sudah berada dalam
tahapan finalisasi persetujuan dan akan segera diumumkan resmi sesudah Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) berjalan. Rosan belum mengungkapkan tanggal pasti
“go-live” tetapi memastikan bahwa rencana tersebut akan direalisasikan tanpa
penundaan berarti," Ujarnya.
Proses integrasi ini dipandang sebagai bagian dari strategi restrukturisasi besar Pertamina yang sudah direncanakan sejak tahun lalu, terutama di tengah tekanan industri energi global dan upaya transformasi perusahaan menjadi lebih responsif terhadap perubahan permintaan pasar.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri,
sebelumnya juga menyebutkan bahwa proses penggabungan tiga anak usaha Pertamina
telah mencapai tahap siap final, dan akan dilaporkan kepada Danantara untuk
memperoleh izin formal sebelum diimplementasikan.
Setelah merger rampung, ketiga unit itu akan membentuk Subholding
Downstream (bertugas mengelola bisnis hilir energi), sementara struktur
subholding lainnya seperti hulu (upstream), gas, dan energi
baru-terbarukan tetap dipertahankan. Ini berarti Pertamina akan memiliki
susunan subholding yang lebih ramping dan fokus, serta mampu mempercepat
pengambilan keputusan strategis di lingkungan hilir migas.
Para analis industri energi menilai bahwa penggabungan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi Pertamina dalam jangka panjang, terutama dalam hal koordinasi produksi, perdagangan, distribusi logistik, serta optimalisasi aset dan sumber daya manusia.
Konsolidasi ini diharapkan bisa mendorong
efisiensi biaya, meningkatkan sinergi layanan, dan memperkuat daya saing
perusahaan dalam menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga minyak dan
beragam dinamika pasar energi.
Selain itu, merger tiga anak usaha Pertamina ini juga menjadi bagian dari program streamlining BUMN yang lebih luas di bawah Danantara, di mana sejumlah unit usaha negara sedang disederhanakan untuk meningkatkan kinerja keseluruhan perusahaan negara dan menjawab tantangan kompetisi global.
Pengamat industri sebelumnya menyarankan agar Danantara jeli
dalam menentukan pimpinan subholding hasil merger, karena keputusan ini akan
sangat menentukan arah operasional dan kemampuan perusahaan dalam bersaing di
sektor energi.
Secara keseluruhan, finalisasi merger tiga unit ini menjadi langkah strategis penting Pertamina dan Danantara untuk mewujudkan perusahaan energi yang lebih efisien, adaptif, dan kompetitif di era transisi energi global, sekaligus mendukung tujuan pembangunan energi nasional yang lebih terintegrasi.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!