Saham Minyak dan Emas Memanas Imbas Invasi AS ke Venezuela

Saham Minyak dan Emas Memanas Imbas Invasi AS ke Venezuela

Pidato Donald Trump (Foto: ANTARA)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Pasar keuangan global menunjukkan reaksi kuat pada awal tahun 2026 menyusul eskalasi geopolitik setelah Amerika Serikat melakukan aksi militer besar-besaran di Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Peristiwa ini memicu gejolak di berbagai instrumen investasi, terutama saham energi, emas, dan minyak, yang menjadi sorotan investor di tengah ketidakpastian global.

Bursa global pada pekan perdagangan awal kembali menunjukkan kepekaan terhadap risiko geopolitik di kawasan Amerika Selatan. Investor global menghadapi lonjakan risiko geopolitik, dimana aksi militer pimpinan AS membawa dampak signifikan terhadap sentimen pasar pada 5 Januari 2026. Hal ini tercermin dalam penguatan harga emas dan beberapa saham komoditas energi, serta sedikit kenaikan harga minyak mentah di tengah volatilitas pasar.

Dalam respons pasar global, emas kembali menjadi aset safe haven pilihan investor. Logam mulia ini pada perdagangan awal minggu berhasil mencatat kenaikan signifikan setelah kabar penangkapan pemimpin Venezuela, mencerminkan preferensi pelaku pasar terhadap instrumen yang cenderung stabil di tengah gejolak politik dan ekonomi. Spot gold bahkan naik hampir 2 persen, sementara kontrak berjangka emas di pasar AS menunjukkan penguatan lebih dari 2 persen, seiring investor berlindung dari risiko yang meningkat.

Sentimen sama juga terlihat pada sektor energi. Saham perusahaan minyak dan komoditas energi mengalami tekanan sekaligus potensi lonjakan, didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan global dan kemungkinan perubahan dinamika produksi minyak dunia jika perubahan rezim di Venezuela berlanjut. Meskipun produksi minyak Venezuela saat ini berada jauh di bawah kapasitasnya akibat sanksi dan stagnasi, cadangan negara tersebut dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia sehingga setiap perubahan besar berpotensi memengaruhi pandangan jangka panjang investor.

Indeks saham Asia-Pasifik juga menunjukkan reaksi beragam; pasar saham Asia pada perdagangan Senin melanjutkan kenaikan, sementara indeks energi dan harga minyak bergerak dengan volatilitas tinggi. Harga minyak Brent crude dan West Texas Intermediate tetap tegang, dengan Brent naik tipis di tengah ketidakpastian produksi dan ketegangan geopolitik yang konsisten.

Retail Research Team Leader CGS International Sekuritas Indonesia, Mino, menjelaskan, instabilitas geopolitik khususnya yang terjadi di Amerika Latin setelah Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, berpotensi mendorong tingginya permintaan pasar terhadap aset safe haven.

“Harga emas berpeluang terdampak positif oleh ketegangan geopolitik yang boleh dibilang ditimbulkan oleh aksi yang dilancarkan AS. Jadi, saham-saham emiten emas tentunya bisa menjadi perhatian investor di perdagangan hari ini,” ucap Mino dalam program Berita Tentang Saham (BTS), Senin 5 Januari 2026, pagi.

Seiring pekan berjalan, pelaku pasar akan terus memantau data fundamental makroekonomi dan perkembangan geopolitik teranyar yang diperkirakan akan memberi petunjuk lebih jauh mengenai arah harga saham komoditas energi, emas, serta harga minyak di tahun 2026.


Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!