JAKARTA, NOVOX.ID - Pemerintah Indonesia dan Republik
Rakyat China kembali menguatkan kerja sama ekonomi strategis dengan
menandatangani 16 proposal proyek senilai sekitar Rp 36,4 triliun (sekitar USD
2,19 miliar). Proyek investasi ini ditandatangani sebagai bagian dari inisiatif
kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus diperluas untuk mendukung
pembangunan industri nasional dan integrasi rantai pasok kedua negara.
Kesepakatan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyatakan bahwa investasi ini melibatkan sejumlah perusahaan dari Provinsi Fujian, China, bekerja sama dengan mitra Indonesia dalam berbagai sektor strategis dan prioritas nasional. Penandatanganan dilakukan oleh pelaku usaha kedua negara dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta, di mana nota kesepahaman TCTP turut diperbarui pada Mei 2025 dan disaksikan oleh pejabat tinggi kedua negara.
“Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan kecerdasan buatan,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya.
Berbagai proyek yang disepakati mencakup beragam sektor industri seperti logam dasar, pengolahan pangan dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, teknologi drone, baterai kendaraan listrik, serta kecerdasan buatan (AI). Proyek ini diharapkan mulai berjalan tahun ini dan akan memberikan dampak nyata terhadap penguatan struktur industri nasional Indonesia.
Menurut Airlangga, kerja sama Indonesia–China melalui skema
TCTP tidak hanya terbatas pada investasi modal, tetapi juga mengarah pada pengembangan
infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, serta
ekonomi digital. Ini mempertegas komitmen kedua negara untuk memperluas
kolaborasi di luar sektor tradisional dan membuka peluang inovasi serta
teknologi baru.
Nota Kesepahaman Two Countries Twin Parks sendiri menjadi salah satu simbol kuatnya hubungan bilateral Indonesia–China. Pertama kali diluncurkan pada 2021, kerangka kerja ini kemudian diperbarui pada 2025, mencerminkan komitmen politik di tingkat tertinggi kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan investasi.
Perjanjian ini juga menegaskan posisi China sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, dengan volume perdagangan bilateral yang telah mencapai puluhan miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir. Para analis melihat bahwa investasi baru ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi Indonesia serta mempercepat pertumbuhan di sektor manufaktur dan pengolahan.
Meski optimis, para pemangku kepentingan menilai pentingnya regulasi
yang konsisten, reformasi kebijakan, dan pengembangan infrastruktur domestik
agar realisasi proyek dapat berlangsung tepat waktu dan berdampak luas.
Pemerintah Indonesia pun telah membentuk gugus tugas khusus untuk mempercepat
pelaksanaan program-program strategis guna mendukung percepatan investasi
tersebut.
Dengan kesepakatan 16 proyek ini, hubungan ekonomi Indonesia
dan China diprediksi akan semakin kuat di tahun-tahun mendatang, membuka
peluang kerja sama yang lebih luas di sektor energi, digital, kesehatan, hingga
pengembangan sumber daya manusia.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!